Untuk dapat meningkatkan produktivitas ayam kampung secara dilakukan dengan beberapa cara.
Oleh : Muhrisol Yafi
Peningkatan produktivitas ayam kampung secara umum bisa dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama, penanganan pada anak ayam dengan pemisahan antara anak dan induk ayam secara dini, sebagai usaha untuk mengambil alih peran indukan dalam mengasuh anak-anaknya. Lantas, ayam yang baru saja menetas diambil dan dipelihara dalam kandang khusus, dengan membuat kondisi mirip seperti anak ayam ketika diasuh oleh indukan. Penciptaan kondisi itu bisa melalui pemberian lampu penghangat atau brooding.

Ayam kampung banyak digemari masyarakat karena tekstur dan cita rasanya yang khas. Oleh karenanya, pengembangan kualitas budi daya ayam ini harus dilakukan demi suplai daging yang baik secara kuantitas dan kualitas.

Kedua, penanganan pada induk dengan memisahkan indukan dari anakan sedini mungkin. Tujuannya, mengurangi masa ayam berhenti bertelur karena mengasuh anak selama kurang lebih 105 hari. Dengan adanya pemisahan dini, dapat dihitung masa bertelur 15 hari ditambah masa mengeram 21 hari ditambah masa istirahat 15 hari, hasilnya 51 hari. Sehingga dalam satu tahun mampu bertelur sebanyak sekitar 7 kali atau menghasilkan sekitar 105 butir telur. Jika peran mengeram digantikan oleh mesin penetas telur, produktivitas bisa semakin meningkat.

Baca Juga : Membentuk Galur Murni Ayam Lokal Indonesia

Pemisahan ini juga mampu meminimalkan kematian anak ayam. Sebab, anak ayam yang diasuh oleh indukan cenderung mengalami tingkat kematian yang tinggi. Hal itu disebabkan anak ayam berkeliaran bebas dan bercampur dengan ayam dewasa, terlebih lagi jika indukan kurang mampu mengasuh dan kalah dengan ayam lain. Dengan pemisahan lebih awal ini, induk dapat berproduksi lebih banyak daripada dibiarkan mengasuh terus anaknya.

Ketiga, pemeliharaan secara intensif. Sebab ayam kampung yang dipelihara secara bebas kurang terjaga sisi kesehatan dan kebutuhan pakannya. Jika lingkungan sekitar banyak tersedia pakan bernutrisi memang bisa dipenuhi, namun jika tidak ayam akan kekurangan pakan. Masalah kesehatan dan penularan penyakit adalah hal yang tidak bisa dihindarkan pada pemeliharaan ayam secara bebas. Meski tidak dipelihara dengan kandang baterai seperti ayam petelur, namun untuk meningkatkan produktivitas ayam kampung pemeliharaan secara intensif perlu dilakukan, yaitu dengan cara kandang terbatas di pekarangan.

Baca Juga : Menilik Potensi Budi Daya Puyuh Petelur Padjadjaran

Cara ini memberikan ruang gerak yang lebih terbatas namun masih bisa bergerak bebas, sehingga karakter ayam kampung terjaga. Dengan adanya pagar batas, maka konsekuensinya adalah peran peternak dalam pemeliharaan ayam kampung dituntut lebih besar. Pemenuhan konsumsi makanan dan minuman yang cukup serta adanya upaya pencegahan penyakit, seperti melakukan vaksinasi secara teratur, menjadi lebih mudah.

Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Oktober 2018 di halaman 66 dengan judul “Upaya Peningkatan Produktivitas Ayam Kampung”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153