SDM yang unggul diperlukan untuk menghadapi era globalisasi

 

POULTRY INDONESIA, Jakarta – Jutaan penduduk Indonesia masih menggantungkan hidup pada bisnis perunggasan. Berdasarkan data yang dilansir oleh Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) tahun 2015 lalu, sektor ini melibatkan sekitar 2,5 juta SDM di dalamnya. Jika diasumsikan seorang pekerja mampu menghidupi dua orang dalam keluarganya, maka, industri perunggasan menjadi tempat bernaung sebanyak 7,5 juta jiwa, atau tiga persen dari jumlah total masyarakat Indonesia.
Jumlah itu pun sangat mungkin bertambah seiring perkembangan supply and demand. Peningkatan kualitas SDM perunggasan kemudian menjadi kebutuhan vital. Urgensi itu muncul mengingat industri perunggasan telah menjadi roda ekonomi bangsa yang tak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih lagi, tantangan dalam berbagai macam bentuk telah menanti. Sebut saja, importasi unggas serta persaingan global yang mau tak mau harus dihadapi.
Baca Juga : Profil Haji Oman, dari Pegawai Bank Beralih ke Kandang
Meningkatkan kualitas SDM berarti pula memperpanjang harapan industri perunggasan Indonesia untuk tetap hidup dan menebar manfaat bagi masyarakat. Namun, faktanya, mencari penerus SDM berkualitas tidak semudah yang dibayangkan. Berkurangnya minat para lulusan perguruan tinggi untuk meniti karir di dunia perunggasan menjadi batu sandungan. Belum lagi, paradigma yang menganggap bahwa industri perunggasan sudah tidak prospektif.
Hal tersebut disinyalir dapat menghambat lahirnya para penerus yang kompeten. PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI), melalui Presiden Direktur Thomas Effendy, mengakui adanya penurunan minat dari alumnus perguruan tinggi untuk bekerja di sektor peternakan. Menurut Thomas, hal itu diduga karena adanya pandangan bahwa industri ini kurang bergengsi.
Baca Juga : Sandi Pranata, Pengusaha Muda Millenial
Mengacu pada data yang dimiliki oleh PT CPI, seperti yang disampaikan oleh Thomas pada pidatonya di Universitas Diponegoro (23/11/17), berdasarkan jenis kelamin, mahasiswa peternakan saat ini adalah perempuan dengan jumlah 75%. Sisanya, 25% adalah pria, dan hanya setengah dari jumlah tersebut yang bekerja pada bidang peternakan. Adam, Domi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2018 di halaman 23 dengan judul “Wajah SDM Perunggasan Tanah Air. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153