Penyerahan penghargaan lomba diberikan secara langsung oleh Luuk Schoonman selaku Chief Technical Advisor FAO
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Farid Dimyati, Wartawan majalah Poultry Indonesia berhasil menjadi juara dalam loma penulisan esai yang diadakan oleh Direktorat Jendaral Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang bekerjasama dengan FAO ECTAD Indonesia, program ini merupakan salah satu program dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia (PKAS) 2018.
Dalam lomba ini, Farid berhasil menjadi juara 3, dengan esai berjudul “Potensi Melimpahnya Tanaman Herbal untuk Pengganti AGP”. Penyerahan hadiah dilaksanakan langsung oleh Luuk Schoonman, Chief Technical Advisor FAO, bersamaan dengan rangkaian PKAS yang dilaksanakan di Universitas Airlangga, Surabaya (18/11). Menurut Farid kemunculan ide tulisan itu berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, dimana sekitar 80 % herbal di dunia tumbuh di Indonesia, yang ternyata memiliki sekitar 35 ribu jenis tumbuhan tingkat tinggi, 3.500 di antaranya dilaporkan sebagai tumbuhan obat.
Baca Juga : Bijak Menggunakan Antibiotik
Beberapa tanaman herbal yang banyak dijumpai di berbagai tempat adalah kencur, jahe, dan kunyit. Ternyata, bahan herbal itu memiliki kandungan bioaktif yang berfungsi untuk meningkatkan performa unggas. Kandungan bahan bioaktif tersebut berpotensi untuk memacu peningkatan konsumsi ransum dengan rasio menjadi produk daging yang tinggi. Produk daging yang dihasilkan bebas dari bakteri patogen dan bebas antibiotika.
Seperti tanaman kencur misalnya, kencur memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri, dimana minyak atsiri memiliki potensi aktivitas antimikroba untuk berkontribusi pada pengurangan tekanan bakteri patogen usus. Hal ini memiliki peran besar terhadap peningkatan aktivitas enzim pencernaan dan kapasitas penyerapan nutrien pakan.“Melihat kenyataan yang ada, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam penyediaan bahan baku herbal untuk pengganti AGP,” tegasnya.
Sementara itu untuk pemenang pertama dari lomba ini adalah Ahmad Kurniawan, dengan judul karya “Optimalisasi Penerapan Biosecurity dalam Mengurangi Penggunaan AGP”, sedang juara dua adalah Nadia Liswardani Destinanda, dengan judul karya “Peningkatan Wawasan Anti AGP Pada Ternak oleh Calon Dokter Hewan Generasi Milenial”. Yafi