POULTRYINDONESIA, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto rencananya akan menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi industri perunggasan terintegrasi di Kabupaten Sumbawa pada Kamis, (28/1/2026). Namun rencana tersebut akhirnya dijadwalkan ulang karena penyesuaian agenda Presiden RI tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dedy Heriwibowo, pada Rabu, (28/1/2026) menjelaskan bahwa proyek hilirisasi unggas ini merupakan program nasional dengan skema pelaksanaan yang kompleks, mulai dari tahap perancangan hingga operasional di lapangan.
Menurutnya, proyek hilirisasi unggas ini dirancang dengan pendekatan investasi. Skema pendanaan tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dari Danantara sebagai investor utama, yang kemudian menunjuk mitra usaha atau BUMN untuk menjalankan operasional di lapangan.
“Peran daerah lebih pada memastikan kesiapan lokasi dan dukungan kebijakan. Sementara pelaksanaan teknis berada pada badan usaha yang ditunjuk investor, dengan Kementerian Pertanian sebagai koordinator dan regulator,” jelasnya.
Dedy menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah merespons arahan pusat sejak awal dengan melakukan koordinasi lintas perangkat daerah. Langkah tersebut rutin dilakukan di tengah meningkatnya minat daerah lain yang juga mengajukan diri sebagai lokasi tahap awal proyek nasional ini.
Ia mengungkapkan, posisi Kabupaten Sumbawa diperkuat oleh dukungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya melalui persetujuan pemanfaatan lahan PHMT Serading sebagai kawasan pengembangan industri unggas terintegrasi.
“Dukungan gubernur menjadi salah satu faktor penting yang membuat Sumbawa tetap masuk dalam radar pusat,” ujarnya.
Meski dalam proses komunikasi sempat mengalami kesulitan, Dedy memastikan bahwa status Kabupaten Sumbawa tetap aman. Hal tersebut dipertegas dalam rapat koordinasi daring pada 23 Januari lalu, yang menyebutkan sebanyak 12 daerah ditetapkan sebagai lokasi tahap awal, termasuk Sumbawa.
Terkait waktu pelaksanaan groundbreaking, Dedy menyebut penjadwalan ulang masih menunggu kepastian dari pusat. Presiden Prabowo diketahui baru menyelesaikan sejumlah agenda luar negeri, termasuk pertemuan internasional di Eropa.
“Informasi sementara mengarah ke awal Februari, kemungkinan tanggal 3. Namun kami masih menunggu keputusan finalnya bagaimana,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh prasyarat dari daerah telah dipenuhi, seperti penyediaan lahan, kesiapan lokasi seremoni, hingga perbaikan akses infrastruktur menuju kawasan proyek.
“Kami sudah siap. Dari sisi daerah tidak ada kendala. Sekarang tinggal menyesuaikan waktu dengan agenda Presiden saja,” ujarnya.
Dedy juga menepis anggapan bahwa penundaan disebabkan kurangnya respons dari pemerintah daerah. Ia menyebut Bupati Sumbawa justru aktif mengawal proses dan terus mendorong percepatan koordinasi agar tidak terjadi kehilangan momentum.
“Pesan Bupati jelas, jangan sampai kelalaian daerah membuat pusat ragu. Itu yang terus kami pegang,” tutupnya.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia