Mendeteksi penyakit, perubahan perilaku ayam, hingga perubahan lingkungan jadi lebih mudah dengan menganalisis suara, foto, dan video dari data kandang.

Pertumbuhan populasi global yang sangat cepat membuat sektor pangan menjadi salah satu bidang bisnis yang paling strategis, termasuk sektor broiler. Belum lagi, jumlah penduduk dunia diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 10 miliar dalam 50 tahun mendatang, sehingga kebutuhan akan daging ayam sebagai sumber protein hewani pun meningkat pesat. Permintaan yang tinggi ini membawa tantangan baru, yaitu bagaimana menjaga efisiensi produksi sekaligus meningkatkan kesehatan, kualitas daging, dan kesejahteraan ayam.

Modernisasi kandang dari sistem terbuka menuju semi-closed house hingga closed house merupakan langkah penting dalam upaya tersebut. Namun, perubahan ini juga meningkatkan kebutuhan tenaga kerja terampil serta kompleksitas pemantauan kondisi kandang yang mudah berubah. Di sinilah konsep Precision Livestock Farming (PLF) hadir sebagai pendekatan modern yang menawarkan pemantauan real time dengan memanfaatkan sensor, Internet of Things (IoT), robotik, serta kecerdasan buatan (AI).

Melalui teknologi PLF, peternak dapat memperoleh data akurat terkait kondisi lingkungan, perilaku ayam, status kesehatan, konsumsi pakan, hingga laju pertumbuhan, yang semuanya dilakukan tanpa menambah stres pada ternak. Integrasi perangkat mekanis dengan platform digital memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.

Kajian ini memberikan gambaran ringkas mengenai keuntungan, potensi, keterbatasan, dan tantangan dari berbagai teknologi PLF yang telah dikembangkan untuk peternakan broiler. Meskipun berbagai literatur ilmiah telah ada, namun sebagian besar penelitian masih bersifat eksperimental dan belum banyak yang melaporkan contoh penerapan nyata di lapangan. Oleh karena itu, penulis mengompilasi berbagai sumber pengetahuan sebagai bahan evaluasi bagi para peternak untuk menentukan kelayakan penerapan teknologi tersebut, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan inovasi PLF di masa depan.

Ulasan ini didasarkan pada penelusuran literatur dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Web of Science, menggunakan kata kunci terkait teknologi presisi, perilaku unggas, pengendalian lingkungan, machine learning, sensor, image processing, thermal imaging, dan sistem monitoring pakan. Artikel yang telah melalui proses peer-review menjadi prioritas utama, disusul oleh prosiding dan tesis yang relevan.

Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan alat dan teknologi PLF yang diaplikasikan pada peternakan broiler modern.

Faktor-Faktor Kunci dalam Produksi Broiler

Ayam broiler modern dikenal sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kualitas udara. Maka dari itu, pengendalian lingkungan menjadi faktor fundamental dalam produksi broiler. Suhu yang terlalu tinggi dapat memicu stres panas, menghambat pelepasan panas tubuh, menurunkan konsumsi pakan, dan meningkatkan risiko mortalitas. Sementara suhu yang terlalu rendah menyebabkan ayam bergerombol untuk mencari kehangatan, melemahkan sistem kekebalan, dan menghambat pertumbuhan. 

Untuk menjaga kondisi kandang tetap optimal, pemantauan suhu, kelembapan, intensitas cahaya, serta kadar gas seperti CO₂ dan amonia dilakukan menggunakan sensor yang terhubung ke sistem ventilasi otomatis. Data dari sensor dianalisis menggunakan algoritma kecerdasan buatan yang kemudian mengatur ventilasi, pemanas, atau pendingin secara otomatis. 

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Riset pada majalah Poultry Indonesia edisi Desember 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Destember 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com