Ayam dalam breeding farm
Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt
Di Indonesia sendiri, kandang closed house yang sering dijumpai adalah kandang dengan tipe tunnel atau jika diibaratkan seperti terowongan yang dilewati oleh udara dengan kecepatan dan waktu tertentu. Satuan yang digunakan untuk mengukur berapa kecepatan udara (Air Velocity) adalah CFM atau Cubic Feet per Minute. Prinsip yang digunakan oleh Tunnel Ventilation System adalah menarik udara segar dari luar kandang melalui inlet oleh exhaust fan yang berada di ujung kandang. Tunnel Ventilation system lebih cocok diterapkan di Indonesia karena memiliki iklim torpis yang cenderung hangat di mana setiap tahun selalu tersinari oleh matahari dengan rata rata suhu 27-30 oC.
Inlet dan Exhaust fan harus dipasang berlawanan supaya udara yang masuk dan keluar melewati seluruh kandang. Selain itu, inlet juga sebaiknya dipasang tirai agar dapat dengan mudah mengatur bukaan untuk mencapai kecepatan angin yang diinginkan. Doghuse pada Gambar 1 juga sangat penting untuk menjaga kandang dari percikan air yang mungkin tersedot ke dalam kandang hingga menyebabkan litter menjadi cepat basah, juga berfungsi untuk mendinginkan udara sebelum masuk ke dalam kandang.
Jika kipas exhaust menyala, maka volume udara yang besar akan ditarik ke dalam kandang dan menukar udara dari luar ke dalam kandang dalam waktu singkat. Proses ini juga mengakibatkan sebuah efek yang dinamakan wind chill effect akibat dari kecepatan angin yang menerpa ayam. Menurut buku panduan yang diterbitkan oleh Aviagen pada tahun 2018 dengan judul Ross-Broiler Handbook, wind chill effect membantu ayam untuk melepaskan kalor dari tubuh ke lingkungan, di mana rasa dingin yang dialami oleh ayam merupakan kombinasi dari beberapa faktor seperti umur ayam (semakin muda umur ayam, akan lebih terasa dingin daripada ayam yang tua); kecepatan angin (semakin cepat, maka semakin terasa dingin); suhu angin dari luar kandang (semakin tinggi suhu, maka butuh usaha lebih untuk mendinginkan); kelembapan relatif (semakin lembap, semakin rendah efek pendinginan); serta kepadatan kandang (semakin padat, maka semakin rendah efek dingin yang dirasakan).
Tabel 2 : Berbagai jenis kipas, tenaga motor dan kapasitasnya
Jenis Kipas
Motor
Kap. Pa = 0
Kap. Pa = 30
ES 140 MS
1,5 Hp, 3 ph
38.376 m3/jam
33.396 m3/jam
ES 120 MS
1,0 Hp, 3 ph
25.624 m3/jam
21.996 m3/jam
FC 125-MDL.7q.3 *)
1,5 Hp, 3 ph
49.000 m3/jam
44.000 m3/jam
4-E 130-4pp-25Q
1,5 Hp, 3 ph
44.870 m3/jam
40.400 m3/jam
Ec 50 **)
1,0 Hp, 3 ph
42.420 m3/jam
36,650 m3/jam (20)
6E92 Q
790 w/1 ph
21.000 m3/jam
18.000 m3/jam
Sumber: Membangun Kandang Closed House – PI (2015)
Berbagai macam kipas yang ada dipasaran juga sudah mampu untuk mengakomodasi dari kebutuhan kandang closed house. Terlepas dari harga dan kualitasnya, peternak bisa memilih sendiri kipas yang cocok untuk kebutuhan di kandangnya. Berbagai jenis kipas, tenaga motor dan kapasitasnya dapat dilihat pada Tabel 2.
Dalam manajemen sirkulasi, temperatur kandang juga harus diperhatikan. Temperatur yang dirasakan oleh ternak yang disebut juga effective temperature, tidak bisa berpatokan pada termometer maupun sensor sekali pun. Alat ukur suhu atau termometer hanya sebagai patokan untuk mengetahui suhu yang ada di dalam kandang, sehingga suhu yang sebenarnya dirasakan oleh ayam dapat lebih rendah dari suhu yang terpantau di termometer. Hal ini dapat dianalogikan seperti contoh kasus berikut.
Baca Juga: Sesuaikan Ragam Jenis Pemanas dengan Kebutuhan Kandang
Jika diasumsikan kecepatan udara adalah 2,5 m/detik, maka suhu sebenarnya yang dirasakan oleh ayam adalah suhu termometer atau sensor, dikurangi efek wind chill pada kecepatan udara 2,5 m/detik atau 29,4 oC – 5,6 oC = 23,8 oC. Jadi suhu yang dirasakan oleh ayam adalah 23,8 oC ketika suhu yang tertera pada termometer sebesar 29,4 oC.
Kecepatan angin yang tinggi bisa menyebabkan ayam umur seminggu yang notabene belum tumbuh bulu dengan lebat menjadi mudah kedinginan. Teori tersebut merupakan patokan awal saja dalam menentukan kecepatan angin dan suhu yang tepat dalam kandang. Cara terbaik ketika pengaturan angin dan sirkulasi udara yang pas adalah dengan melakukan pengamatan setiap perubahan yang dilakukan oleh operator. Ketika ayam lebih banyak berkumpul dan berkerumun dalam satu tempat, maka besar kemungkinan suhu lingkungan terlalu rendah, atau dirasa terlalu dingin oleh ayam. Sebaliknya, ketika ayam menyebar namun duduk dengan sayap yang dikembangkan, atau duduk di sebelah sisi dengan satu sayap terbuka maka menandakan bahwa suhu yang dirasakan oleh ayam terlalu panas. *Wartawan Poultry Indonesia
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2020 dengan judul “Kualitas dan Sirkulasi Udara yang Baik untuk Kandang Broiler”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153