Bungkil kedelai menjadi bahan baku pakan utama sumber protein
Bungkil kedelai atau dikenal juga dengan soy bean meal (SBM) merupakan hasil ikutan setelah proses ekstraksi kedelai yang diambil minyaknya. Bungkil kedelai menjadi salah satu sumber protein nabati terbaik yang biasa digunakan pada pembuatan pakan ternak. Sejak tahun 2017 lalu, Indonesia menjadi negara importir terbesar kedua untuk bungkil kedelai setelah Uni Eropa. Pemenuhan kebutuhan bungkil kedelai dalam negeri selama ini banyak diimpor dari Argentina dan Brasil sebagai dua produsen utama global.

Industri pakan dalam negeri saat ini masih mengalami ketergantungan impor bungkil kedelai yang jumlahnya hampir 100% untuk mencukupi kebutuhan. Argentina merupakan negara salah satu eksportir “Harina de Soja” (bungkil kedelai) terbesar di dunia selain Brasil dan Amerika Serikat.

Argentina juga menjadi salah satu negara produsen pangan dunia. Berdasarkan data dari USDA, di tahun 2019 tercatat konsumsi protein hewani per kapita untuk daging sapi mencapai 52,7 kg/kapita/tahun, daging unggas 44,9 kg/kapita/tahun, daging babi 15,7 kg/kapita/tahun, dan produk perikanan (aquatic) 1,5 kg/kapita/tahun.
Negara ini dibagi menjadi daerah beriklim ringan, sub-tropis dan kering. Oleh karena itu, produk pertanian yang dihasilkan bervariasi disesuaikan iklim di daerah tersebut. Tanaman utama yang dikembangkan antara lain kedelai, gandum, jagung, bunga matahari, sorgum dan beras. Produksi sayuran dan kacang-kacangan hanya menempati 1,5% dari total itu, dengan luas lahan 500.000 hektar. Hal ini menjadikan Argentina adalah pemasok terbesar di dunia untuk minyak dan bungkil kedelai serta pemasok jagung terbesar ketiga di dunia.
Produksi bungkil kedelai Agentina
Beberapa wilayah di Argentina yang merupakan daerah utama produksi kedelai yakni Cordoba, Santa Fe, Buenos Aires dan Entre Rios yang menghasilkan 84% dari total produksi nasional. Daerah lain juga memproduksi kedelai tapi dalam jumlah sedikit. Produksi kedelai di Argentina memenuhi 19 persen dari produksi kedelai dunia.
Baca Juga: Mengolah Kedelai Utuh Sebagai Sumber Energi Pakan
Data terbaru menunjukkan total produksi kedelai Argentina selama periode 2018/2019 sebesar 56,5 juta ton yang ditanam pada lahan 17,3 juta hektar, naik dari 40 juta ton pada 2017/2018. Pada periode 2019/2020 diperkirakan akan mengalami penurunan produksi. Penurunan produksi ini dikarenakan oleh perubahan iklim penanaman pada musim dingin dan musim panas.
Berdasarkan data analisis (Tabel 2), kandungan nutrisi pada SBM Argentina pada tahun selama tahun 2019 memiliki kandungan protein sebesar 45-47% dengan kadar air 10-11%. Faktor-faktor seperti genotipe kacang, luas tanam, tipe tanah, sistem pertanian dan kondisi lingkungan selama musim tanam dan penyimpanan, mempengaruhi komposisi kimia kedelai yang akhirnya mempengaruhi pula kandungan protein, serat dan mineral serta nilai gizi SBM lainnya. PI
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Argentina Penghasil ‘Harina de Soja’”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153