Migrasi unggas air (sumber gambar: ducks.org)
Oleh. drh. Istianah Maryam Jamilah, MVS*
Sejak awal tahun 2020, wabah virus avian influenza subtipe H5N8 pada unggas komersial maupun unggas liar terus dilaporkan di berbagai wilayah di Eropa dan Asia. Pada kuartal akhir 2020, wabah H5N8 pada unggas liar dan komersial kembali dilaporkan terjadi di berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Belanda dan Inggris. Imbasnya, beberapa negara seperti Korea Selatan, Taiwan dan Filipina melakukan pelarangan impor unggas dari negara terdampak.

Virus HPAI H5N8 kini telah menyebar di berbagai negara di benua Eropa, Asia, Amerika, Timur Tengah dan Afrika. Persebaran yang begitu luas ini disebabkan oleh migrasi unggas air liar yang kemudian kontak dengan unggas komersial.

Mengenal virus Avian influenza H5N8
Virus Influenza A subtipe H5N8 pertama kali diisolasi dari ayam kalkun di Irlandia pada tahun 1983. Semenjak adanya ledakan wabah H5N8 clade 2.3.4.4 dari garis keturunan H5N1 A/goose/Guangdong/1/1996 (Gs/GD) pada unggas komersial di Korea pada tahun tahun 2014, H5N8 mulai muncul sebagai bentuk baru HPAI yang ditakuti peternak dengan indeks patogenisitas atau intravenous pathogenicity index (IVPI) yang tinggi. Menurut Kwon et al. (2018), indeks patogenisitas virus H5N8 yang ditemukan di Korea MDk/W452 dan H5N8 BDk/Gochang1 dilaporkan mencapai 3.00 yang berarti virus ini sangat mematikan dan lethal terhadap ayam.
Baca Juga: Waspada Virus HPAI H5N8 Kembali Ancam Eropa dan Asia
Persebaran lintas benua
Virus HPAI H5N8 kini telah menyebar di berbagai negara di benua Eropa, Asia, Amerika, Timur Tengah dan Afrika. Persebaran yang begitu luas ini disebabkan oleh migrasi unggas air liar yang kemudian kontak dengan unggas komersial. Menurut Lee et al. (2015) Pergerakan H5N8 Clade 2.3.4.4 yang merupakan strain virus letal keturunan dari virus H5N1 A/goose/Guangdong/1/1996 (Gs/GD) asal Cina diduga kuat berasal yang oleh burung migran akuatik.
Wabah H5N8 pada unggas komersial di kuartal akhir tahun 2020
Persebaran virus H5N8 berbarengan dengan waktu dan rute migrasi burung dari Rusia menuju Jepang, Eropa, dan Amerika Utara. Hal ini selaras dengan laporan OIE dan FAO di bulan Oktober 2020 (musim gugur di bumi bagian utara) di mana H5N8 teridentifikasi pada burung migran jarak jauh di Rusia, Korea Selatan dan Inggris. Kemudian di bulan November 2020, H5N8 teridentifikasi di berbagai peternakan ayam komersial di Jepang, Belanda, Jeman dan Israel. Dari kejadian sebelumnya pada tahun 2014-2015 yang melibatkan HPAIV H5N8 serupa, terdapat cukup bukti bahwa penyebaran H5N8 HPAI lintas benua disebabkan oleh migrasi musiman burung air liar, terutama dari itik yang hidup di Palearktik. *Koresponden Poultry Indonesia di New Zealand, Alumni Masey University
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Desember 2020 dengan judul “Avian Influenza subtipe H5N8 Kembali Ancam Peternakan Unggas Asia dan Eropa”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153