Talk show kampanye gizi BEM FP UNS
POULTRYINDONESIA, Surakarta – Dinamika perunggasan seperti tidak ada habisnya. Sektor perunggasan seperti halnya daging dan telur yang selalu mengalami dinamika supply-demand yang tak kunjung stabil. Adanya pandemi terbukti berdampak terhadap stabilitas harga telur dan daging di sektor hulu, terutama di kalangan peternak. Produksi yang masih terselenggara secara masif sedangkan daya beli di bagian hilir mengalami penurunan mengakibatkan produk yang dihasilkan tidak terdistribusi secara optimal kepada masyarakat. BEM FP UNS selaku institusi pergerakan di institusi pendidikan turut merespon permasalahan ini dengan menggandeng beberapa institusi, seperti PINSAR INDONESIA, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Pemerintah Kota Surakarta untuk menjalankan kegiatan kampanye gizi daging ayam dan telur.
Baca juga : Milenial Sukses Lewat Bisnis Ayam Ras Pedaging
Kegiatan Kampanye gizi daging ayam dan telur tersebut diselenggarakan dengan tema “berbagi daging dan telur bersama PINSAR INDONESIA, BEM FP UNS dan Pemerintah Kota Surakarta pada hari Sabtu (11/12). Acara tersebut diselenggarakan dengan beberapa rangkaian acara, seperti Talk show Pangan yang dilaksanakan di Balai Kota Surakarta dan Aksi Pembagian Telur dan Daging Ayam di sekitar Surakarta.
Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM., ASEAN Eng. melalui perwakilannya menyampaikan bahwa kegiatan kampanye ini merupakan kegiatan kolaborasi pertama yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian UNS. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk kebaikan masyarakat dan tentunya dapat berdampak pada kesadaran mengonsumsi pangan bergizi oleh masyarakat.
Dosen UNS, Dian Rachmawanti Affandi, S.TP., M.P. dalam kegiatan Talkshow menyampaikan bahwa bahan pangan yang berasal dari ayam dapat bermanfaat baik kepada tubuh konsumen. Ia menambahkan bahwa telur ayam merupakan salah satu produk pangan yang memiliki tingkat kecernaan yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan secara cepat oleh tubuh konsumen.
“Produk hasil ternak terutama telur memiliki tingkat kecernaan yang tinggi sehingga ketika dikonsumsi dapat tercerna secara optimal di dalam tubuh” ujarnya
Dian menambahkan bahwa daging ayam dapat dijadikan sebagai pemenuh kebutuhan protein di dalam tubuh. Ia menjelaskan bahwa daging ayam memiliki kandungan protein yang dapat memberikan nutrien-nutrien yang baik untuk kelangsungan metabolisme di dalam tubuh sehingga tubuh selalu sehat.
“Daging ayam mengandung protein yang tinggi yang berdampak pada kesehatan konsumen, kandungan protein yang tinggi dalam daging dapat bermanfaat untuk kelangsungan metabolisme di dalam tubuh konsumen,” imbuhnya.
Sementara itu, Pinsar Indonesia, Pardjuni dalam kegiatan Talkshow lebih menekankan mengenai dinamika lapangan perunggasan. Ia menjelaskan bahwa adanya pandemi berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun sehingga menyebabkan oversupply di kalangan peternak. Ia menjelaskan bahwa adanya oversupply berdampak pada harga jual telur yang menurun sehingga tidak sesuai dengan Harga Pokok Produksi (HPP) yang tinggi.
“Adanya pandemi berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun, sehingga mengakibatkan oversupply di kalangan peternak. Oversupply ini menyebabkan harga jual produk menjadi menurun yang mengakibatkan kerugian yang dialami oleh peternak,” tegas Pardjuni. 
Pardjuni melanjutkan bahwa  sektor perunggasan merupakan salah satu sektor yang dilindungi oleh pemerintah. Ia menambahkan bahwa adanya kegiatan ini diharapkan kampanye mengenai gizi daging ayam dan telur dapat tersebar secara meluas di kalangan masyarakat.
Kegiatan tersebut di akhiri dengan pembagian produk perunggasan kepada narasumber dan para tamu undangan dari berbagai institusi. Di samping itu, terdapat kegiatan aksi pembagian daging ayam dan telur sebagai bentuk simbolis kegiatan kampanye gizi daging ayam dan telur.