Webinar bertema "Penyebab Fluktuasi Harga Ayam Broiler"
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Harga broiler sangatlah fluktuatif, tidak ada patokan pasti dan selalu saja mengalami perubahan. Oleh karena itu, tak mengherankan jika Herry Darmawan, selaku ketua Gabungan Organisasi Peternakan Ayam Nasional (GOPAN) mengaku tidak ada rumus pasti dalam harga broiler.
“Sudah 37 tahun saya menekuni peternakan broiler. Namun, hingga saat ini saya belum menemukan rumus pasti pada harga  broiler ini,” tegasnya dalam webinar yang diadakan oleh PT. PT. Farmsco Feed Indonesia dengan tema “Penyebab Fluktuasi Harga Ayam Broiler”, yang berlangsung secara daring melalui media Youtube, Jumat (21/1).
Baca juga : Fakultas Peternakan UGM dan PT Trouw Nutrition Indonesia Jalin Kerja Sama
Herry melanjutkan bahwa sebenarnya ada rumus yang bisa diterapkan. Hal ini seperti yang diajarkan pada pelajaran sekolah, yakni harga itu terbentuk berdasarkan supply dan demand di masyarakat. Namun dirinya mengaku bahwa pada kenyataannya tidak semudah itu.
“Oke, supply nya bisa kita pegang, namun demand nya seperti apa? Apakah ada data demand yang pasti? Saya yakin, tidak. Sudah jangan jauh-jauh jumlah penduduk Indonesia saja masih simpang siur. Kemendagri punya data sendiri, BPS punya sendiri,” tegasnya.
Di tengah ketidakpastian akan harga broiler tersebut, Herry memberikan saran bagi para peternak, untuk beternak secara berkelanjutan . Menurutnya, apabila bisa dilakukan chick in setiap minggu, merupakan sebuah pilihan yang bagus. Namun, kalau tidak bisa maka bisa dua minggu sekali.
“Dalam setahun ada 52 minggu, kalau bisa setiap minggu bisa panen. Kalau 20 minggu mendapat harga jelek, maka setidaknya masih ada 32 minggu yang mendapat harga yang baik,” tegasnya.
 Herry melanjutkan bahwa, hal ini sulit diterapkan pada peternak yang hanya memiliki satu kandang. Maka tidak mudah untuk melakukan panen setiap minggu. Sehingga  seringkali peternak menentukan chick in kalau momennya bagus, sedangkan saat  momen bagus harga DOC mahal. Disisi lain, ketika panen tidak ada jaminan harga bagus.
“Seperti contoh momen bagus adalah lebaran. Namun lebaran di 2020 dan 2021 tidak sama dengan sebelumnya, dimana harga saat lebaran harga jatuh,” pungkasnya