Ceva menyelenggarakan Layer Day 2022 yang mengangkat tema “Layer Producer Pressure and Plan: Approach to Enhance and Performance” secara luring di International Convention Exhinition BSD, Selasa, (6/7).
Ceva menyelenggarakan Layer Day 2022 yang mengangkat tema “Layer Producer Pressure and Plan: Approach to Enhance and Performance” secara luring di International Convention Exhinition BSD, Selasa, (6/7).
POULTRYINDONESIA, Tangerang – Setelah 2 tahun pandemi Covid-19 melanda dunia, banyak sekali kegiatan yang dibatasi guna memutus rantai penyebaran penyakit tersebut. Hal ini membuat banyak sekali kegiatan yang sifatnya edukatif dengan tujuan untuk meningkatkan performa para pelaku usaha budi daya harus terselenggara secara daring. Seiring dengan penurunan kasus Covid-19 yang signifikan dan pemerintah mulai melakukan pelonggaran, Ceva menyelenggarakan Layer Day 2022 yang diselenggarakan secara luring di International Convention Exhibition BSD, Selasa, (6/7). Acara yang mengangkat tema “Layer Producer Pressure and Plan : Approach to Enhance and Performance” ini sukses dihadiri oleh peternak dari berbagai wilayah Sumatera dan Jawa bagian Barat.
Menurut Suryo Suryanta selaku konsultan di bidang layer, menyatakan bahwa penting bagi para pemilik dan pengelola kandang untuk bisa mengelola aspek genetik dalam upaya efisiensi produksi telur. Suryo menjelaskan dimana perkembangan organ akan sangat bergantung pada minggu pertama selanjutnya, minggu ke-3 adalah untuk perkembangan otot. Sedangkan di minggu ke-8 adalah pertumbuhan telur. Hal ini menurutnya perlu perlakuan ekstra untuk mencapai performa ideal.
“Kuncinya adalah bagaimana SDM yang mengelola ternak, mampu untuk mengontrol bobot badan. Saran saya adalah melakukan penimbangan setiap hari, dan ayam dengan keseragaman kurang dari 15%, maupun lebih dari standar dihilangkan. Kesadaran menyadari kesalahan diri sendiri adalah mindset yang bisa membuat performa meningkat,” ungkap Suryo.
Baca Juga: Seminar Nasional UP3 Fapet Unsoed, Dibuka oleh Menparekraf
Selanjutnya Suryo juga menyoroti terkait program vaksinasi yang mana bisa meningkatkan stres pada ayam. Hal ini membuat perlakuan saat vaksinasi ini harus diperhatikan sedemikian rupa.
 “Vaksinasi adalah salah satu proses yang bisa menyebabkan stres di lapangan selama 4 minggu pertama. Masih banyak peternak yang ingin ternaknya sehat dengan melakukan vaksinasi secara berulang. Imbasnya akan terlihat penurunan berat badan jika dilakukan penimbangan harian, dari 2 hari setelah vaksinasi sudah bisa terlihat penurunannya,” papar Suryo.
Hal senada disampaikan oleh Jessica Lee DVM, selaku Asia Veterinary Service Manager Ceva. Dirinya menyoroti program vaksinasi yang biasa dilakukan oleh para peternak sebanyak 20-25 kali dari periode pullet hingga grower. Hal tersebut sangat berpotensi untuk meningkatkan stres pada ayam dan menurunkan performa yang seharusnya mencapai standar.
“Semakin banyak kita melakukan vaksinasi, maka akan semakin tinggi pula tingkat stres yang dialami oleh ayam. Bayangkan dari periode pullet hingga periode grower saja divaksin sebanyak 25 kali. Hal ini harus menjadi perhatian oleh para peternak. Jadi, penting bagi para peternak untuk mempertimbangkan sebuah vaksin yang memiliki efektivitas yang tinggi dengan jarak pemberian vaksin yang lebih renggang,” ucapnya.