POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sekolah Vokasi IPB bersama PT Charoen Pokphand Indonesia menggelar closing ceremony dan presentasi project pengembangan bisnis pada program Entrepreneurship Training Center (ETC) Batch 2 Tahun 2022 pada Minggu (4/9) di IPB International Convention Center. Berdasarkan rilis dari PT CPI kepada media, acara Closing Ceremony ini diadakan sebagai penutup rangkaian kegiatan pada program ETC Batch 2 yang telah berlangsung pada 20 Juni – 20 Agustus 2022 serta memberikan kesempatan kepada para Mahasiswa untuk mempresentasikan Business Plan.
Acara ini dihadiri oleh Syafri Afriansyah, MBA (Head of Human Capital Poultry Business, PT Charoen Pokphand Indonesia), Laurensius Zaoputra (GM Marketing PT Prima food Internasional), Agustinus Suhardi (Training & Development Manager PT. Primafood International), Prof. Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc. (Dekan Sekolah Vokasi IPB), Dr. Ir. Bagus P Purwanto, M.Agr. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SV IPB), serta Agung Gusti Setia Turista dan Susan Abdilah selaku PIC Trainer dan Dosen pendamping program ETC Batch 2.
Kegiatan diawali dengan expo produk inovasi 20 peserta ETC dari Sekolah Vokasi IPB yang terbagi ke dalam 5 kelompok dan menciptakan 5 produk inovasi berbahan dasar ayam diantaranya Glasaos Chick, Pokazee, Yakitoriin, Ceker Lunak Belakang Kampus (CLBK), dan Snack Kripik Krispi (Skripsi).
“Melalui Program ETC ini para mahasiswa mendapatkan berbagai pengalaman yang baik dan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa walaupun kegiatan ini belum dikonversi ke dalam program MBKM. Dengan dukungan SV-IPB, CPI, CPI Foundation dan Prima Food International kami yakin akan semakin disempurnakan ke depannya dan akan memberikan banyak manfaat bagi para mahasiswa seperti pemahaman dan praktik dari digital marketing, business canvass dan lain sebagainya,” ujar Gilang Ayuningtyas selaku Penanggungjawab Program ETC dari Sekolah Vokasi IPB.
Baca Juga: Penghargaan BBPMSOH, Bukti Kualitas Inovasi Medion
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi IPB, Prof Arief Daryanto memberikan motivasi, tantangan sekaligus harapan bagi seluruh peserta ETC. “Marilah kita tingkatkan kompetensi SDM untuk meningkatkan daya saing industri tanah air seiring dengan upgrading prodi di lingkungan SV-IPB menjadi D4. Salah satunya para mahasiswa dapat mendalami retail entrepreneurship,” ucapnya.
Arief menambahkan bahwa merubah persepsi bisnis pertanian bukan bisnis yang menarik tetapi merupakan bisnis yang inovatif, produktif, adaptif, dan remuneratif menjadi hal yang sangat penting. “Kita dapat memberikan pelatihan atau kesempatan kepada mahasiswa untuk memasarkan produk inovasi mereka berkolaborasi dengan SV-IPB melalui berbagai saluran, contohnya menyalurkan paket boga mahasiswa dalam kegiatan catering di kampus,” tambahnya.
Sementara itu PT Charoen Pokphand, melalui GM Marketing PT Prima Food Internasional (PFI), Laurensius Zaoputra menyampaikan kesiapannya untuk menginisiasi dan mendukung program-program seperti ini . “Kami terus berinovasi memberikan kesempatan agar adik-adik mahasiswa dapat mengalami magang langsung di Prima Food International, sehingga dapat tercetak entrepreneur muda indonesia,” imbuhnya.
Acara dilanjutkan dengan presentasi Business Plan setiap kelompok yang menjadi salah satu penilaian dalam lomba yang dilangsungkan selama kurang lebih sekitar 1 jam. Adapun juara pertama diraih oleh produk Pokazee, juara kedua diraih oleh Snack Kripik Krispi (Skripsi), dan juara ketiga diraih oleh Glasaos Chick. Para pemenang mendapatkan penghargaan berupa insentif yang dapat digunakan untuk pengembangan produk sebagai salah satu challenge yang diberikan oleh pimpinan SV-IPB kepada peserta ETC Batch 2.
Dalam closing speechnya, Laurensius menyampaikan harapannya agar mahasiswa SV-IPB khususnya Peserta ETC batch 2 kami harap dapat bersaing sampai dengan kancah internasional. “Kami sangat mengapresiasi semua ide dan produk inovasi seluruh kelompok peserta ETC batch 2 yang diolah dari bahan dasar ayam dan produk dari Charoen Pokphand Indonesia. Produk-produk ini sudah siap dipasarkan, tidak perlu ditunda-tunda,” ujarnya.
Selanjutnya menurut Syafri Afriansyah, MBA, Head of Human Capital Poultry Business, PT Charoen Pokphand Indonesia, menyatakan bahwa perusahaan mengapresiasi konsep business model produk semua peserta karena menggunakan ayam sebagai bahan baku produk. ”Produk yang dihasilkan dianggap in-line dengan peramalan perusahaan dimana daging ayam merupakan tulang punggung konsumsi protein dunia,” ungkap Syafri.
Lebih lanjut, Syafri juga memberikan kesan yang baik untuk program ETC Batch 2 ini. Ia mengatakan bahwa setelah mencicipi berbagai produk inovasi para mahasiswa, Syafri merasa produk ini merupakan produk yang sudah sangat siap untuk dipasarkan. “Saya merasa bahwa produk-produk ini telah siap untuk memasuki pasar dan para mahasiswa terlihat telah memahami dan mampu menjalankan prinsip Ready to Market Business Model,” tutupnya.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta ETC Batch 2 dan foto bersama. Diharapkan program ini dapat memberikan ilmu, pengalaman, keterampilan bagi para peserta untuk menjadi wirausahawan yang sukses.