PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) kembali menghibahkan kandang closed house untuk dua universitas, yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS) dan IPB University. Pembangunan kandang closed house yang nantinya akan difungsikan sebagai teaching farm ini merupakan salah satu bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

Program teaching farm ini sudah ada di 14 universitas di Indonesia dan turut mendukung program pemerintah dalam membangun sinergi antara dunia industri dengan perguruan tinggi yang sejalan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Teaching farm tersebut juga nantinya akan digunakan sebagai sarana penelitian, pengembangan praktik budi daya ayam, dan media aplikasi ilmu pengetahuan serta sebagai gambaran miniatur dunia usaha bagi mahasiswa.

Kerja sama antara CPI dan UNS untuk pembangunan kandang closed house sebenarnya telah ditandatangani sejak tahun 2019 oleh Hartono Ludy selaku Regional Head Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Foundation dan Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng selaku Dekan Fakultas Pertanian

UNS. Akan tetapi, pembangunan kandang baru terealisasi pada tahun 2021 ini akibat pandemi COVID-19. Selain Teaching Farm, CPI melalui CPFI juga telah memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa maupun mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah dimulai sejak tahun 2018.

Peletakan batu pertama peresmian dimulainya pembangunan kandang closed house dilaksanakan di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (3/6). Peresmian tersebut dilakukan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. H. Jamal Wiwoho, S.H.,M.Hum. dan Andi Magdalena Siadari S.H, M.H selaku Sekretaris Jenderal Charoen Pokphand Foundation Indonesia.

Dengan adanya hibah kandang ayam closed house ini, Fakultas Pertanian khususnya jurusan Peternakan Universitas Sebelas Maret kini memasuki fase teknologi yang lebih tinggi, di mana teknologi peternakan broiler saat ini sudah masuk pada manajemen level teknologi tinggi untuk menunjang efisiensi broiler modern. Diharapkan dengan hibah ini mahasiswa atau mahasiswi akan lebih meningkat kemampuannya dan kualitas SDM lulusannya akan menjadi lebih unggul dan kompetitif.

Dalam sambutannya, Andi Magdalena Siadari, S.H., M.H mengatakan bahwa closed house ini dapat memberikan berbagai macam ilmu yang dapat dipelajari, di antaranya ilmu ekonomi, teknik sipil, kelistrikan, komputer, dan sebagainya sehingga ia berharap tidak hanya jurusan peternakan saja yang dapat memanfaatkan closed house tersebut. Dirinya turut mempersilahkan agar seluruh fakultas dapat terlibat di dalam kegiatan closed house ini.

“Kami dari Charoen Pokphand siap mendampingi, karena kami memiliki tenaga profesional-profesional di bidangnya, diharapkan dengan self funding Fakultas Peternakan khususnya prodi peternakan dapat berbuat banyak dari hasil pemeliharaan kandang tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya menurut Prof. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum, menjelaskan bahwa pembangunan closed house hibah dari PT CPI ini diharapkan prodi peternakan akan mampu memainkan perannya dengan baik dalam mengelola kandang tersebut. Ke depannya, diharapkan capaian hasil dari penelitian dapat dirasakan oleh masyarakat umum. “Harapannya masyarakat mengetahui bahwa broiler hebat itu berasal dari prodi peternakan UNS,” ujar Rekor UNS.

Closed house generasi baru

Tidak hanya di UNS, CPI juga turut menghibahkan kandang closed house kepada IPB University. Berbeda dari UNS, hibah kandang ini merupakan kali kedua dari CPI kepada IPB University yang sebelumnya telah menghibahkan kandang closed housenya kepada Fakultas Peternakan sekitar 15 tahun lalu. Penandatanganan MoU kerja sama pembangunan kandang closed house tersebut dilangsungkan pada bulan April 2021 dan peresmian pembangunan dengan peletakan batu pertama dilaksanakan di Laboratorium Lapang B IPB University, Darmaga, Bogor, Kamis (24/6).

Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr selaku Dekan Fakultas Peternakan IPB University menjelaskan bahwa kandang closed house yang akan dibangun ini adalah hibah kandang closed house kedua dari CPI untuk IPB. Hibah kandang closed house yang pertama dilakukan sekitar 15 tahun yang lalu. “Kami sangat berterima kasih kepada CPI karena pembangunan kandang ini memang sudah dinanti-nantikan oleh kami,” ujarnya.

Idat berharap bahwa nantinya hibah kandang closed house yang lebih modern dan telah dilengkapi peralatan berstandar industri dibandingkan generasi pertama ini dapat digunakan untuk mahasiswa mengasah kemampuan maupun memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri. Idat menambahkan bahwa kandang closed house ini juga dapat dijadikan media promosi bagi calon mahasiswa baru Fakultas Peternakan IPB University.

“Mahasiswa peternakan ke depannya bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan magang, training, melihat, dan menerapkan sistem budi daya unggas di level industri. Saya kira ini juga sejalan dengan program MBKM untuk dapat melakukan magang atau pembelajaran di luar kampus, terutama di industri,” jelas Idat.

Sementara itu, Andi Magdalena Sidadari, S.H, M.H yang kembali hadir pada acara peresmian pembangunan kandang closed house untuk IPB University mengatakan bahwa kegiatan pertama Lembaga Karya Pokphand yang dibentuk tahun sekarang berganti nama menjadi CPFI membuat MoU dengan IPB untuk memberikan beasiswa bagi 25 mahasiswa. “Kini penerima beasiswa untuk mahasiswa IPB dari CPFI sudah berkembang menjadi 40 orang,” kata wanita yang akrab disapa Aan ini.

Aan juga menyebutkan bahwa IPB University juga menjadi universitas pertama yang diberikan hibah kandang closed house oleh CPI pada tahun 2005. “Mungkin itu menjadi kandang yang sangat modern pada saat itu dan closed house yang pertama di luar dari industri peternakan. Sampai sekarang kandang tersebut masih dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si selaku Rektor IPB University yang turut hadir pada acara tersebut dalam sambutannya menyatakan bahwa pembangunan teaching farm yang diinisiasi oleh CPI sejak tahun 2005 sangat membantu IPB University terutama untuk mengasah keterampilan mahasiswa selama kuliah sebagai bekal untuk dunia kerja.

“Nantinya banyak mahasiswa yang akan menikmati penelitian, magang, maupun mendapatkan informasi. Disatu sisi juga dapat memberikan pemasukan bagi perguruan tinggi yang nantinya dapat digunakan untuk kegiatan bermanfaat lainnya,” ucap Arif.

Arif juga berharap pembangunan kandang closed house ini tidak hanya dapat digunakan untuk mahasiswa, tetapi juga dapat menginspirasi dosen untuk membangun bisnis. “Mulai dari sekarang kita pikirkan pola bisnis bagi para dosen. Agar jika para dosen tersebut memasuki masa pensiun, sudah ada penghasilan yang sustainable,” jelasnya.

Proses peresmian pembangunan kandang closed house di IPB University dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, Andi Magdalena Sidadari, S.H, M.H, dan Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi, M.S selaku Wakil Rektor bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan. Adv