POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPI) bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN), resmi mengadakan Program Entrepreneurship Training Center (ETC). Kegiatan ini diresmikan dalam acara Launching Ceremonial Entrepreneurship Training Center (ETC) yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (31/08).
Program ETC ini diikuti oleh 20 mahasiswa per PTN yang akan mengikuti program selama setidaknya satu semester atau hingga bulan Desember 2022. Para peserta akan belajar di teaching farm yang ada untuk mempelajari teknik budi daya broiler dengan teknologi closed house. Selain itu, peserta juga akan mendapat paparan mengenai usaha retail di toko Prima Fresh Mart dan mempelajari berbagai macam aspek seputar pengelolaan sebuah toko, serta juga berkesempatan mengikuti diskusi dan kunjungan lapangan terkait budi daya jagung yang merupakan salah satu sumber utama untuk pakan unggas Indonesia.
General Manager Human Capital PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, Ir. M. Syafri Afriansyah, M.BA, dalam kesempatannya banyak menyampaikan rencana program ETC Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Syafri mengatakan bahwa kegiatan ini terasa sangat istimewa karena dilakukan secara simultan bersama beberapa PTN dan didukung oleh unit operation yang terdiri dari di sisi poultry integration, food, dan BISI.
“Program ini direncanakan akan mengunjungi beberapa fasilitas plant di feedmill dan juga secara virtual di plant food processing di Salatiga. Secara khusus dan berkala, setiap Jumat malam, peserta akan mendapatkan pelatihan secara daring dari para area operation dan juga dosen pengajar, baik terkait budi daya unggas, jagung, proses operasi toko Prima Fresh Mart, maupun soft skill, seperti kepemimpinan, kerja sama, dan problem solving,” jelas Syafri.
Baca Juga: Charoen Pokphand Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Universitas Sumatera Utara
Menyambut program tersebut, Dr. Ir. Adrizal, M.Si, selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Andalas, menyampaikan apresiasinya kepada Charoen Pokphand Indonesia Foundation (CPIF) yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk bisa mengikuti program ini. Dirinya berharap, para peserta dapat memperoleh manfaat, ilmu, wawasan, dan keterampilan dari kegiatan yang dilakukan selama satu semester ini.
Ungkapan senada dilontarkan oleh Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, MS, M.Agr., IPU., selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Dirinya turut menyampaikan apresiasinya dan mengaku bahwa program ETC merupakan perwujudan dari program MBKM, di mana mahasiswa berhak berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan dirinya sesuai dengan keinginannya.
“Kegiatan ETC sudah sejalan dengan jargonnya UNDIP sebagai PTN-BH yang tidak hanya mencetak mahasiswa mandiri, mumpuni, serta tangguh dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wujud jati diri yang komplet. Dalam evaluasi kami di tahun pertama, kegiatan ETC menghasilkan mahasiswa yang berpikir inovatif, kreatif, dan kritis. Hal ini tentu akan menjadi sebuah kekuatan untuk membentuk masyarakat Indonesia yang maju di berbagai bidang,” ucapnya.
Sementara itu, Prof. Ir. Budi Guntoro, M.Sc., Ph.D., I.P.U., ASEAN Eng., selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada juga menyambut positif program tersebut. Menurutnya MBKM merupakan program mandat dari pemerintah dalam memfasilitasi mahasiswa seluas-luasnya untuk bisa belajar di luar perguruan tinggi, termasuk di industri atau perusahaan. Budi mewakili Fapet UGM menyampaikan apresiasi kepada PT CPI yang telah bekerja sama dalam rangka memfasilitasi mahasiswa untuk memenuhi kompetensi atau skill yang diharapkan dapat dimiliki oleh para mahasiswa dan menjadi bekal mereka pada saat lulus nanti.
Lebih lanjut, Dr. Ir. Rahmat Hidayat, S.Pt, M.Si, IPM, selaku Dekan Fapet Universitas Padjadjaran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain pengetahuan dan skill, pengalaman juga tidak kalah penting untuk dimiliki oleh para mahasiswa. Mewakili Fakultas Peternakan Unpad, dirinya mengaku beruntung bisa bermitra dengan PT CPI. Rahmat mengatakan bahwa program ETC dapat mendekatkan mahasiswa kepada real business, sehingga saat sampai waktunya untuk memasuki dunia kerja, mahasiswa sudah memiliki bekal kompetensi dan pengalaman yang cukup.
Masih dalam acara yang sama, Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Dr. (HC) Thomas Effendy, SE., MBA mengatakan bahwa keempat perguruan tinggi yang mengikuti program ETC tahun ini sudah sangat menguasai mengenai program ini sendiri, walaupun ada satu perguruan tinggi yang baru saja mengikuti program ETC di tahun ini.
Dirinya kemudian memberikan informasi mengenai program CSR lainnya dari CPI untuk fakultas peternakan dan pertanian di beberapa PT Indonesia yang sudah berjalan lama. Selain beasiswa di 22 PT dengan 400 mahasiswa, CPI juga memberikan hibah kandang closed house kepada beberapa PT di Indonesia yang sampai hari ini sudah tercatat ada 14 closed house yang dihibahkan dan yang sudah terealisasi ada 12 dan nantinya tanggal 14 September ini realisasi closed house yang ke-13.
Lebih lanjut, Thomas mengatakan bahwa CPI berkomitmen untuk tetap lanjut dalam program CSR dan yakin akan selalu berkembang, berinovasi, bersama dengan masukan-masukan dari Bapak/Ibu Dekan, masukan dari para dosen pembimbing, serta serta praktisi-praktisi yang ada, sehingga program selanjutnya akan selalu berkembang, salah satunya ETC.
“Program ETC ini awalnya sebetulnya sangat simpel dan setelah itu Pak Syafri bersama tim berdiskusi bersama perguruan tinggi sehingga program ETC yang akan launching hari ini adalah program yang saya nilai sangat baik dan saya yakin manfaatnya juga akan sangat besar untuk adik-adik mahasiswa, di mana program ETC kali ini sudah seperti bekerja, seperti magang dan praktik langsung di fasilitas perusahan dari CPI,” jelasnya.
Acara kemudian diakhiri dengan peresmian peluncuran program ETC dengan ketuk palu dari Thomas dan keempat dekan fakultas peternakan dari empat perguruan tinggi yang mengikuti program ini.