Webinar ICVMHS FKH Unair, Surabaya
Webinar ICVMHS FKH Unair, Surabaya
POULTRYINDONESIA, Surabaya – Dokter hewan merupakan stakeholder terdepan dalam upaya control, pencegahan, dan memberikan respon awal pada emerging infectious disease maupun re-emerging infectious disease. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Prof. MS. Abubakar, dari Department of Veterinary Pathology Faculty of Veterinary Medicine, Usmanu Danfodiyo University Sokoto, Nigeria saat  menjadi pembicara dalam 2nd International Conference on Veterinary Medicine and Health Science (ICVMHS) yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Airlangga, Surabaya melalui aplikasi Zoom, Rabu (12/10).
Menurutnya jalan yang paling bisa untuk mengontrol bahaya dari emerging health ini adalah dengan melakukan deteksi dini terhadap kejadian penyakit dan sekaligus memahami epidemiologi dari kejadian penyakit.
Ia mencontohkan bahwa Avian Influenza pada awalnya adalah virus yang secara endemik berada di saluran pencernaan unggas air liar. Namun, dalam perjalanannya terdapat mekanisme revolusi sehingga mampu untuk melompat, dan menular di unggas air yang sudah terdomestikasi bahkan pada ungags komersial.
Baca Juga: Dirjen PKH, Resmikan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Kota Banjar
“Faktor yang berkontribusi pada emergence disease adalah adanya mutasi genetik dari mikroba dan adanya genetik rekombinan atau terjadi reassortment pada virus. Selain itu hal ini juga bisa karena adanya perubahan inang sebagai reservoir atau perubahan pada vektor,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Chen-Chih Chen dari Institute of Wildlife Conservation National Pingtung, University of Science and Technology, Pingtung Taiwan mengungkapkan bahwa untuk antisipasi serangan Avian Influenza pada unggas air, sebaiknya dilakukan manajemen sebaik mungkin di area basah. Terlebih pada kandang unggas air dan mengupayakan agar area basah terjaga dengan baik.