Diterima di Fakultas Kedokteran Hewan yang bukan menjadi pilihan utama dan mendapat tentangan dari sang ayah merupakan ketetapan terbaik dari Allah SWT untuk Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si yang sekarang menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) Bogor. Perempuan yang akrab disapa Indi ini merupakan peneliti utama bidang virologi dan biologi molekuler yang namanya sudah tak asing lagi bagi dunia kesehatan hewan di Indonesia. Segudang prestasi yang pernah diraihnya, memantaskan dirinya menjadi orang nomor satu di lembaga penelitian tersebut.
Manusia memang tidak bisa merubah ketetapan takdir, tapi manusia memiliki tanggung jawab untuk berbuat sebaik-baiknya terhadap takdir yang telah ditetapkan kepadanya.
Indi lahir di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada tahun 1972. Sejak kecil hingga menamatkan sekolah menengah atas, ia habiskan di kota kelahirannya. Indi berasal dari keluarga yang sederhana, ibunya seorang guru, ayahnya merupakan pegawai BUMN di Banyuwangi. Indi kecil banyak dikelilingi buku. Ibunya merupakan sosok guru yang gemar membaca, begitu juga dengan Indi kecil yang suka meminjam dan membaca buku-buku di perpustakaan sekolah.
Indi mengaku, hobi membacanya itu berkat ibunya yang lebih dulu memiliki kebiasaan membaca. Lingkungan yang membentuknya untuk dekat dengan ilmu menjadi bekal yang baik saat dirinya menjadi seorang peneliti. Tanda-tanda menjadi peneliti sebenarnya sudah tampak sejak dirinya masih duduk di bangku SMA. Akan tetapi, Indi belum menyadari bahwa apa yang banyak dilakukannya di sekolah saat itu, ternyata berkaitan dengan apa yang menjadi takdirnya pada saat ini.
Menjadi peneliti
Selama menjalani masa perkuliahan, beberapa lomba karya tulis ilmiah ia ikuti, juara demi juara mulai ia raih, bahkan ia sampai mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi terbaik di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Saat lulus, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai wisudawan lulusan terbaik se-Universitas Airlangga.
Sebagai peneliti muda, Indi termasuk yang paling menonjol di antara rekan-rekan kerjanya yang lain saat itu. Indi mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi S-2 di Jurusan Bioteknologi Universitas Gadjah Mada dan S-3 di Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk jenjang doktoralnya dan meraih gelar Doktor di usia 36 tahun.
Perjalanan sebagai peneliti virus semakin terasah ketika terjadi wabah flu burung di tahun 2003. Dengan kemampuan dan pengalamannya di bidang virologi molekuler memantapkan Indi sebagai salah satu peneliti flu burung di Indonesia dan menjadikannya perwakilan yang diundang secara khusus untuk menjadi narasumber pada forum APEC di Amerika Serikat untuk berbicara mengenai wabah flu burung. Hal yang patut dibanggakan, usianya saat itu masih sangat muda, yakni 33 tahun.
Sepanjang karir menjadi peneliti virus Avian Influenza, Indi berhasil mempublikasikan lebih dari 100 jurnal ilmiah, baik jurnal ilmiah nasional maupun jurnal ilmiah internasional. Indi juga aktif sebagai Trainer, Presenter/Moderator khususnya dengan fokus utama Avian Influenza di berbagai forum internasional dan aktif sebagai Dosen pembimbing dan/atau penguji dalam bidang pendidikan.
Keberhasilannya dalam bidang penelitian adalah buah dari kerja keras, disiplin, serta selalu update dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sebagai peneliti, Indi mempunyai dua paten vaksin unggas yang telah dilisensi oleh perusahaan vaksin nasional. Bagi Indi, seorang peneliti harus mampu memberikan hasil riset yang memberikan solusi, yang juga dapat diimplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat. Farid
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi November 2019 dengan judul “Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si, Mengabdikan Diri Pada Dunia Penelitian”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153
Menyukai ini:
Suka Memuat...