POULTRYINDONESIA, Padang – Fakultas Peternakan, Universitas Andalas (Fapet Unand) menggelar acara bedah buku yang berjudul “Peran Guru Besar Wanita Fakultas Peternakan Universitas Andalas Dalam Menunjang Pembangunan Peternakan di Indonesia”. Buku yang ditulis oleh 12 Guru Besar Wanita Fapet Unand ini tersusun dari 4 bab sebanyak 509 halaman. Acara bedah buku ini dilaksanakan di Kampus Limau Manis, Universitas Andalas, Sumatera Barat dan secara daing via Zoom, pada Kamis (18/8).
Dalam sambutannya, Dr. Ing Uyung Gatot S Dinata selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Andalas mengatakan bahwa publikasi buku dan bedah buku dapat memberikan banyak harapan kepada seluruh akademisi dan para pembaca. Dirinya berharap, buku ini dapat membangkitkan semangat kepada para akademisi untuk terus berkarya dalam membangun peternakan Indonesia.
“Adanya buku ini terus membuat semangat agar hasil karya inovasi teman-teman peneliti dapat terus melakukan. Saya juga berharap inspirasi dalam menulis buku ini dapat menular kepada para dosen muda untuk meningkatkan kapasitas sebagai dosen dan pengetahuan secara nasional. Saya juga berharap adanya penulisan buku ini dapat meningkatkan kualitas penulisan karya ilmiah untuk mudah dibaca,” kata Uyung.
Baca Juga: Berhasil Swasembada Beras, Presiden RI Terima Penghargaan dari IRRI
Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Salam Ningsih Aritonang, MS selaku Guru Besar Fapet Unand menceritakan awal mula terpikirnya menerbitkan buku yang ditulis oleh 12 Guru Besar ini. Buku ini diterbitkan untuk mendedikasikan para Guru Besar Wanita yang telah berjuang pada ranah akademik khususnya di bidang peternakan.
“Kami bukan ingin memisahkan gender antara laki-laki dengan perempuan. Inisiasi penerbitan buku Guru Besar Wanita ini diinspirasi dari Guru Besar Wanita di UNS. Mereka menyelenggarakan Hari Ibu dengan membuat layer dari Guru Besar se-UNS. Oleh sebab itu kami dari Guru Besar Wanita berencana untuk menerbitkan buku ini dan kami launching-nya sekaligus memperingati Hari Kartini yang diterbitkan oleh Universitas Andalas Press. Penulisan buku ini selesai pada akhir Maret dan berhasil dicetak pada tanggal 21 April 2022,” ungkap Salam.
Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Universitas Andalas, Prof. Yuliandri, SH, M menuturkan bahwa inisiasi dari Guru Besar Wanita Faterna Unand ini sangat diterima oleh pimpinan Unand. Selain dapat mendongkrak semangat akademisi yang lainnya, buku ini juga dapat menjadi pegangan dan kenangan bagi para akademisi peternakan.
“Buku ini merupakan kompilasi dari hasil penelitian, kompilasi tulisan, dan juga gagasan-gagasan baru yang pada awalnya bertitik tolak dari gagasan bagaimana kita menghasilkan swasembada daging sapi serta kerbau dan inilah yang menjadi bagian dari tulisan-tulisan itu. Momentum ini bisa dijadikan motivasi dan menghasilkan karya yang lain, tidak hanya oleh Guru Besar Wanita, melainkan memicu kepada para Guru Besar yang lainnya.
Review buku pertama disampaikan oleh Prof. Madya Ts. Dr. Nurul Huda sebagai Guru Besar Fakulti Sains Makanan dan Pemakanan, Universiti Malaysia Sabah. Nurul mengatakan, buku ini memiliki empat bab yang lengkap dari ternak ruminansia, unggas, pakan hingga bioteknologi hasil ternak.
“Terdapat empat bidang utama yang ditulis oleh ke-12 Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas ini yaitu pemanfaatan limbah tanaman sebagai bahan pakan alternatif, peningkatan mutu ransum dengan penambahan bahan feed supplement, peningkatan produktivitas hewan, dan bidang pemanfaatan bakteri probiotik untuk meningkatkan mutu produk,” papar Nurul.
Kemudian Prof. Dr. Ir. Osfar Sjofjan, M.Sc., IPU., ASEAN Eng selaku Guru Besar Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya turut mereview buku tersebut. Osfar sangat mengapresiasi buku ini atas kolaborasi yang sangat apik dan baik dari 12 Guru Besar Wanita dari Faterna Andalas. Pemikiran para Guru Besar Wanita ini memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dalam inovasi dalam bidang peternakan di Indonesia. Namun menurutnya, buku ini masih membutuhkan pembahasan bab tersendiri secara menyeluruh dari masing-masing bab tersebut.
“Ini unik sekali terdapat 12 guru besar Wanita dalam menulis suatu buku. Saya sangat mengapresiasi sekali buku ini yang telah disusun oleh mereka. Namun, keterkaitan langsung dengan pembangunan peternakan di Indonesia dalam buku ini belum terlihat, masih bersifat parsial,” kata Osfar.
Masih dalam acara yang sama, Prof. Dr. Ir. H. Novirman Jamarun, M.Sc. selaku Guru Besar Fakultas Peternakan, Universitas Andalas ikut mereview buku ini. Novirman menyebutkan bahwa buku ini suatu dobrakan dari dunia akademisi peternakan Indonesia. Bagaimana tidak, buku ini merupakan buku perdana yang ditulis oleh Guru Besar Wanita Fakultas Peternakan. Hanya saja, buku ini masih terdapat beberapa kelemahan seperti penggunaan kalimat yang sukar dimengerti oleh pembaca umum.
“Buku ini ditulis oleh 12 Guru Besar Wanita yang saya rasa ini pertama kali di Universitas Andalas bahkan di Indonesia. Namun buku ini berisi hasil-hasil penelitian dan pelaksanaannya dilakukan di laboratorium, sehingga masih sulit diterapkan di masyarakat,” ucap Novirman.