Broiler dalam kandang dekat bell drinker
Oleh: Muhammad Sandi Dwiyanto, S.Pt*
Air merupakan kebutuhan pokok bagi semua makhluk hidup di dunia. Manusia, hewan dan tumbuhan tidak akan bisa bertahan hidup dalam jangka waktu lama tanpa adanya senyawa satu ini. Mulai dari proses biologis dalam tubuh, hingga kegiatan sehari-hari tak akan bisa lepas dari peranan air. Sementara itu selain untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, air juga diperlukan untuk berbagai sektor usaha seperti pertanian, perkebunan, industry, maupun peternakan.

Keberhasilan dalam proses budi daya ayam pedaging ditentukan oleh beberapa faktor kunci, salah satunya manajemen air. Air menjadi titik vital yang wajib diperhatikan oleh peternak apabila tidak ingin mengalami kegagalan dalam berbudi daya

Seperti yang diungkapkan Arif Afiata Rahmat, S.Pt, selaku Supervisor Produksi PT Widodo Makmur Unggas yang mengatakan bahwa air merupakan salah satu faktor utama yang harus dipenuhi dalam proses budi daya ayam pedaging selain udara dan pakan. “Ketersediaan air baik dari sisi kualitas maupun kuantitas menjadi faktor mutlak pada keberhasilan budi daya ayam pedaging,” jelas Arif saat berbincang dengan jurnalis Poultry Indonesia melalui sambungan telepon, Selasa (9/6).
Arif menambahkan bahwa di dalam tubuh ayam sendiri terdapat sekitar 75 persen kandungan air. Ayam mampu bertahan hidup tanpa makan sekitar 15 sampai 20 hari, tetapi hanya mampu bertahan hidup selama 3 hari tanpa minum. Hal ini terbukti dengan penerapan metode pemuasaan (force molting). Pada metode ini ayam tidak diberi makan sekitar 12 hari, tapi tetap dipasok kebutuhan air minumnya. Secara umum ayam akan lebih menderita ketika kehilangan air dari pada kekurangan pakan. Fenomena ini terjadi karena berdasarkan tingkah lakunya, ayam tidak akan makan sebelum minum.
Dalam proses metabolisme ayam, air mempunyai peranan yang sangat penting. Air berperan sebagai thermolegulator dalam pengantar panas hasil reaksi kimia dalam proses metabolisme. Kemudian, dalam proses pencernaan, air berfungsi sebagai media untuk aktivitas metabolis dan membantu proses enzimatis pencernaan sebelum zat-zat tersebut diserap oleh tubuh. Selain itu, air juga mempunyai peranan sebagai bagian dari cairan sinovial pelumas bagi pertautan tulang serta sebagai cairan cerebrospinalis (berada disekitar medulla spinalis dan otak), yang untuk bantalan dari sistem syaraf. Sementara itu dari segi kimia, air berperan untuk penambahan oksigen atau pengurangan hidrogen (oksidasi), penambahan atau penghilangan asam fosfat dan pemecahan atau pembentukan ikatan-ikatan karbon dengan karbon.
Baca Juga: Sentuhan Digitalisasi untuk Prediksi dan Efisiensi
Kekurangan pemberian air pada ayam pedaging akan berdampak nyata pada performa budi daya. Ketika ayam tidak mendapatkan pasokan air yang cukup, maka dehidrasi akan terjadi. Secara umum, dehidrasi pada ayam akan mengakibatkan kematian (deplesi) meningkat, keseragaman (uniformity) menurun serta target bobot badan (body weight) tidak tercapai. “Ayam tidak akan makan sebelum minum, jadi ketika air tidak tercukupi maka konsumsi pakan pun akan menurun sehingga feed intake nya turun dan otomatis bobot badan tidak tercapai,” jelas Arif. Dirinya mengingatkan bahwa hal ekstrem yang akan terjadi ketika ayam kekurangan air adalah menyebabkan kematian sehingga angka mortalitas dalam kandang tinggi.
Pentingnya peranan air dalam setiap proses budi daya ayam pedaging harus menjadi perhatian khusus bagi para peternak. Oleh karenanya, diperlukan pengetahuan dalam manajemen penanganan air agar air yang dibutuhkan ayam selama proses budi daya tercukupi secara kuantitas maupun kualitasnya, sehingga performa maksimal juga dapat tercapai. *Wartawan Poultry Indonesia
Potongan artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Juli 2020 ini dilanjutkan pada judul “Kebutuhan dan Kualitas Air Pada Proses Budidaya Ayam”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153