Penampakan closed house dari belakang (sumber gambar: thepoultryguide.com)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Efisiensi pada budi daya broiler menjadi keniscayaan di era saat ini. Tingginya persaingan dan tuntutan zaman membuat modernisasi dalam sistem pemeliharaan menjadi sebuah keharusan.
Penggunaan sistem closed house merupakan salah satu alternatif solusi untuk menjawab fenomena yang terjadi. Selain itu ketepatan dalam manajemen pemeliharaan juga tidak dapat diabaikan.
Hal tersebut menjadi perbincangan menarik saat acara Virtual Workshop Series#2 bertemakan “Broiler Production with Closed House Management” yang diselenggarakan oleh PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk dan Forum Temu Kandang Nasional melalui aplikasi Zoom, Kamis (17/9).
Prof. Dr. Ir Husmaini, MP, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang selaku narasumber dalam acara ini menjelaskan bahwa setiap fase pemeliharaan mempunyai titik kritis yang harus diperhatikan dan saling mempunyai ketertarikan.
Seperti halnya ketika persiapan kandang, bagaimana cara peternak untuk mempersiapkan lingkungan yang nyaman, bebas dari agen penyakit patogen, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif bagi DOC yang akan masuk.
Baca Juga: CPI dan FTKN Gelar Virtual Workshop Manajemen Closed House
“Langkah tersebut akan memengaruhi proses pemeliharaan yang lebih jauh,” ujarnya di hadapan 680-an peserta yang berasal dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri itu.
Sementara itu, narasumber lain yakni Teysar Adi Sarjana S.Pt., M.Si., Ph.D.,IPM, mengungkapkan bahwa banyak faktor yang harus diperhatikan peternak dalam proses budi daya broiler.
Aspek FLAWSS (feed, lighting, air, water, space and sanitation) apabila tidak dapat terpenuhi, maka akan menjadi sumber stres pada broiler.
Menurutnya, dalam sistem budi daya closed house, peternak tidak hanya bisa memanfaatkan keunggulan faktor intrernal atau genetik semata, akan tetapi faktor eksternal seperti manajemen FLAWSS juga harus dimaksimalkan.
“Faktor eksternal juga penting,” ujar Dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang ini.
Sebagai informasi, acara virtual workshop series merupakan acara berangkai yang terbagi menjadi tiga series. Acara tersebut menjadi semakin menarik berkat kehadiran Dr (HC) Thomas Effendy SE, MBA selaku Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.