CPI mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang perunggasan agar bisa menjadi future leader melalui program WBA
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Industri perunggasan khususnya ayam broiler, akan terus bertumbuh untuk mencukupi kebutuhan protein hewani masyarakat. Hal tersebut tentu selalu diiringi peningkatan pendapatan, perkembangan jumlah penduduk, dan kesadaran masyarakat terkait nilai gizi dan kesehatan dari daging ayam. Oleh sebab itu, sumber daya manusia (SDM) unggul bidang perunggasan harus disiapkan agar bisa menjadi future leader sebagai penggerak industri ini, terlebih saat ini yang memasuki era disruption atau industry 4.0 yang menuntut perguruan tinggi dan industri terus berinovasi.
Dalam pembukaan kuliah umum WBA #3 dengan mengangkat tema “Membangun SDM Unggul Industri Perunggasan”, drh. Desianto Budi Utomo, M.Sc., Ph.D. selaku Vice President Feed Technology PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk turut membuka kegiatan WBA ini.
“Program kerja sama ini di desgn untuk membekali para sarjana peternakan dalam beberapa aspek antara lain mendalami budidaya closed house, praktek di lapangan (kandang closed house) milik unit- unit PT Charoen Pokphand, dan mempelajari mengenai problem solving melalui menganalisa. Harapannya para peserta bisa memberikan solusi bagi tantangan yang didapatkan di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga belajar secara sosial ekonomi dan memiliki proyek proposal dalam menyelesaikan tantangan yang ada di lapangan,” ungkap Desi.
Harapannya adanya program ini para peserta WBA mendapatkan pengalaman dalam skill atau kemampuan yang kompatibel dan aplikatif bagi industri perunggasan nasional agar perunggasan nasional berani berkompetisi dengan persaingan global.
Lebih lanjut dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng. menyebutkan bahwa pada WBA ini akan diikuti oleh 30 orang peserta yang terseleksi dari 64 perguruan tinggi di Indonesia.
“Program WBA akan dimulai hari ini hingga Februari 2022. Mereka yang lolos berasal dari 13 universitas yang ada di Indonesia antara lain Universitas Syiah Kuala, Universitas Muhamadiyah Tapanuli selatan, Universitas Andalas di Padang, hingga di timur Indonesia seperti Universitas Udayana dan Mataram. Work-Based Academy Adalah bentuk University-Industry Collaboration, untuk meningkatkan kualitas dan lulusan yang sekaligus membangun kemitraan strategis antara dunia kerja/dunia industri yang bertujuan Meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja fresh graduate di bidang industri perunggasan,” tuturnya
Baca Juga: Mengasah Kemampuan Fresh Graduate Lewat Program WBA
Dalam menyiapkan calon-calon entrepreneur muda peternakan yang lebih terampil dan berwawasan luas serta memiliki kepemimpinan kuat, dan Menyiapkan SDM yang tepat, berkualitas untuk perusahaan atau industri peternakan. Program yang selaras dengan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka ini terbuka untuk para lulusan Perguruan tinggi peternakan diseluruh Indonesia, sehingga mereka semua berkesempatan untuk meningkatkan, keterampilan, dan mempraktekan budidaya ayam broiler dengan sistem closed house.
Sebagai keynote speaker pada kegiatan ini Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng selaku Direektur Jendral Perguruan Tinggi – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyebutkan program WBA ini sangat mendukung program Kampus Merdeka dalam meberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di dunia nyata.
“Tantangan yang dihadapi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya, diharapkan adanya kegiatan ini kebutuhan SDM unggul di masa depan dapat terpenuhi,” ujar Nizam.
Program Work Based Academy ini dikemas dengan beberapa rangkaian. Rangkaian yang pertama yaitu online class training selama 2 (dua) minggu melalui Learning Management System Universitas Gadjah Mada, dimana para peserta akan memperoleh materi secara asynchronous maupun synchronous.
Setelah itu, para peserta akan praktek langsung dilapangan selama 6 (enam) bulan. Para peserta ditantang untuk melakukan berbagai inisiatif perbaikan proses kerja dan methodology budidaya, melalui suatu mini project individu, yang didampingi oleh para pengajar dari akademisi Universitas Gadjah Mada dan praktisi perusahaan.
Program yang berjalan sejak 11 November 2019 ini telah menghasilkan lulusan sarjana peternakan yang memiliki nilai tambah, terbukti dari 50 perserta yang lulus dari tahap sebelumnya telah banyak yang berkiprah di dunia peternakan, termasuk yang bergabung di Charoen Pokphand Group.