POULTRYINDONESIA – Jakarta, Obrolan Ringan Akhir Pekan Seputar Unggas (OBRASS) dengan topik “Perkekmbangan dan Situasi Terkini Newcastle Disease di Indonesia” melalui Zoom Virtual Meeting yang dihadiri 135 peserta (26/3).
OBRASS dilaksanakan atas kerjasama antara Direktorat Kesehatan Hewan (Ditkeswan), Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Food and Agriculture Organization (FAO), dan Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI), guna membicarakan tentang penyakit legendaris, endemis, tidak asing, dan selalu ada di peternakan unggas di Indonesia yaitu Newcastle Disease (ND).
Diskusi dimulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin oleh moderator yaitu Drh. Imas Yuyun dan dilakukan dua sesi materi kemudian diskusi tanya jawab. “Penyakit ND sangat sering dijumpai kasusnya pada peternakan unggas di Indonesia, kondisi tersebut dikarenakan daya adaptasi virus yang sangat cepat pada lingkungan,” ujar Drh. Liza Angeliya, M. Sc. Pada pemaparan materinya dalam diskusi tersebut.
Ia menambahkan, bahwa harapan untuk pengendalian ND di Indonesia dengan peningkatan program survellians agar lebih terprogram, kerjasama lintas sektoral baik pemerintah, swasta, akademisi, maupun masyarakat dalam berbagi informasi dan pengendalian terhadap penyakit ND ditingkatkan.
Drh. Indra Dwi Ruswana selaku pemateri kedua menambahkan bahwa ND merupakan ancaman bagi usaha peternakan unggas di seluruh dunia yang mana penyakit tersebut sangat menular. Karakteristik utama pada penyakit ND meliputi penurunan konsumsi pakan, lesu, dan timbul kematian. Kemudian kasus kematian secara serentak terjadi di dalam kandang. Ayam yang mampu bertahan hidup akan mengalami kerusakan saraf permanen dan kerusakan alat reproduksi yang menyebabkan penurunan produksi.
“Untuk penanganan dan pencegahan ND baiknya dilakukan diagnosa dan monitoring, biosecurity yang baik, serta vaksinasi secara ketat dan tepat,” pungkas Indra.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta diskusi. Banyak pertanyaan yang disampaikan oleh peserta dan dijawab oleh pemateri. “Apakah sudah ada penelitian mengenai kasus ND pada unggas peliharaan dan bagaimana untuk pencegahannya?” tanya Rina Madjid, salah satu peserta diskusi.
Pertanyaan tersebut dijawab oleh Liza, bahwa sudah ada penelitian mengenai kasus ND pada unggas peliharaan yaitu pada burung merpati dan merak. Kasus ND pada unggas peliharaan sangat berpotensi terjadi, oleh sebab itu vaksinasi perlu dilakukan kepada ternak yang dipelihara sebagai upaya pencegahan.
“Ketika sudah melakukan biosecurity 3 zona dan sudah menerapkan vaksinasi, kasus ND masih saja terjadi, apa yang harus diperhatikan untuk mencegah dan menanganinya?” tanya
Purwono, salah satu peserta diskusi. Kemudian dijawab oleh Indra, bahwa perlu diselidiki beberapa faktor lain pada kondisi di lapangan seperti penyebab ternak stress dan penyakit lain yang mengganggu ayam. Biosecurity dan vaksinasi memang sebagai upaya penanganan dan pencegahan penyakit ND, tetapi masih ada beberapa faktor lain yang harus diperhatikan supaya meminimalisir kasus ND yang ada di kandang.
Diskusi tersebut berakhir pada 11.45 dengan ditutup oleh moderator. Kemudian akan ada diskusi-diskusi lanjutan dengan tema yang beragam yang diadakan OBRASS seputar informasi perunggasan.