Infectious Bursal Disease (IBD) atau Gumboro merupakan penyakit yang sudah tidak asing di kalangan para pengusaha dan pengelola perunggasan. Penyakit Gumboro atau Infectious Bursal Disease adalah penyakit yang selalu muncul di farm. Secara umum, penyakit Gumboro disebabkan oleh Birna virus, yang strukturnya tidak beramplop (sehingga sangat resisten), dan merupakan golongan double RNA (Genome A dan Genome B ). Terdapat 5 protein yang terdiri dari protein virus VP2, VP3, VP4, VP5 (Genome A) dan VP1 ( Genome B ) di mana protein yang utama adalah VP2 sebagai antigen spesifik dan mengandung epitop penetral virus. Selain itu, virus ini juga mudah bermutasi, serta sangat menular dan tahan terhadap bahan kimia ataupun pemanasan. Dapat bertahan di kandang selama 54-122 hari, dan organ bursa adalah target utama dari virus ini.
Tipe Outbreaks:
1. IBD Klasik
Ditemukan tahun 1957 di Delaware USA menyebar ke seluruh Amerika dan Eropa.
2. Very virulence IBD (vvIBDV)
Ditemukan tahun 1986 di Belanda dengan gejala kematian yang tinggi, kemudian menyebar ke Eropa dan seluruh dunia termasuk Asia, Rusia, Timur Tengah dan Amerika.
3. ID Varian ( VaIBD )
Ditemukan tahun 1985 di Amerika dengan gejala atropi pada Bursa.
Sampai saat ini 60–70 % kasus IBD yang ditemukan adalah vvIBDV.

Menurut tipe kerusakan dari bursa:
1. Bursa membesar, membengkak dan mengalami pendarahan
2. Perdarahan pada otot (dada, paha)
3. Terlihat adanya perdarahan pada perbatasan antara proventrikulus dan ventrikulus/ gizzard
4. Atropi pada Timus dan limpa biasanya disebabkan vvIBDV
Melihat betapa ganasnya dan tingginya kerugian yang disebabkan oleh virus ini di peternakan unggas di Indonesia, tindakan vaksinasi merupakan salah satu langkah alternatif untuk pencegahan munculnya kasus ini di dalam farm. Kita harus melakukan program vaksinasi Gumboro/ IBD di farm.

Saat ini ada banyak tipe vaksin IBD yang bisa di aplikasikan oleh peternak di farm. Saat ini terdapat 3 generasi vaksin Gumboro yang beredar di Indonesia.
1. Generasi ke-1 vaksin Gumboro/IBD konvensional biasanya kita lakukan di farm, aplikasi melalui air minum atau pun tetes. Dilakukan pada layer dan broiler farm. Vaksin ini adalah virus dilemahkan yang langsung menuju ke bursa dan melakukan replikasi untuk membentuk antibodi di bursa, dengan cara merusak sel-sel bursa agar tidak dapat terinfeksi oleh virus lapang. Kelemahan vaksin ini sangat dipengaruhi oleh antibodi induk. Jika antibodi induk masih tinggi, jenis vaksin ini tidak bisa menembusnya. Bisa diaplikasikan pada breeder, layer dan broiler terdapat imunity gap.
2. Generasi ke-2 vaksin Gumboro/ IBD imun kompleks, dilakukan di hatchery pada DOC biasanya di lakukan pada broiler. Imun kompleks ini adalah vaksin yang mengandung antigen antibodi. Antigen akan di lepaskan ke bursa ketika antibodi dari induk turun. Vaksin jenis ini bekerja indiviual. Tergantung turunnya antibodi induk. Aplikasi di hatchery (subcutan ataupun in ovo). Menyebabkan imunosupresi (replikasi di bursa). Merusak bursa sebagai pembentuk kekebalan primer dan memiliki imunity gap.
3. Generasi ke-3 vaksin Gumboro/ vektor vaksin atau IBD recombinan, dilakukan di hatchery pada DOC bersamaan dengan vaksin Marek. Bisa di aplikasikan pada breeding, layer maupun broiler. Di sebut sebagai “rekombinan vaksin”. VP2 protein (bagian virus Gumboro yang menginduksi titer kekebalan) dari virus Gumboro/ IBD di tempelkan ke virus HVT Marek dan diaplikasikan di hatchery. Cara kerja vaksin Gumboro mengikuti vaksin Marek yang akan memperbanyak diri setelah masuk ke dalam tubuh DOC. Karena mengikuti Marek jadi tidak terpengaruh sama sekali oleh antibodi induk. Aplikasi di hacthery (subcutan, in ovo, intra muscular). Tidak menyebabkan imunosupresi (replikasi mengikuti marek di limpa dan folikel bulu). Tidak merusak bursa (target organ bukan bursa tetapi limpa dan folikel bulu sehingga tidak merusak bursa sebagai pembentuk antibodi primer). Tidak ada imunity gap (masuk di umur 1 hari dan langsung replikasi bersama dengan vaksin Mareks). Bisa diaplikasikan pada breeder, layer, broiler dan tidak ada shadding virus.

Untuk unggas yang mempunyai umur panjang seperti layer dan breeder, sangat dibutuhkan bursa sebagai organ pembentuk antibodi primer, oleh sebab itu sebisa mungkin bursa tidak dirusak sama sekali sehingga proses pembentukan antibodi berlangsung maksimal.
Proses pembentukan antibodi tidak serta merta tergantung pada vaksin semata. Ada hal mendasar agar proses vaksinasi yang kita lakukan berhasil maksimal. Yaitu kondisi ayam sendiri harus optimal agar proses pembentukan antibodi bisa berlangsung seperti yang diharapkan. Terutama brooding management harus sangat diperhatikan jika kita menggunakan vaksin di hatchery. Karena apapun vaksinnya jika brooding management tidak bagus maka replikasi vaksin juga tidak akan terjadi maksimal.
Boehringer Ingelheim bekerjasama dengan PT Romindo Primavetcom memberikan vaksin terbaik untuk penanganan dan pencegahan penyakit Gumboro di Indonesia, dan pada tahun 2019 telah mendapatkan nomor registrasi produk vaksin generasi ke-3 Gumboro yaitu, VAXXITEK HVT-IBD yaitu vaksin Gumboro yang ditempelkan virus Marek (Vaksin gumboro tipe 3). VAXXITEK® HVT+IBD merupakan suatu terobosan besar dalam vaksinasi Gumboro karena :
1. Proteksi dini yang cukup tinggi, karena imunitas dibentuk oleh VP2 protein dalam vaksin Marek yang diberikan melalui vaksin subcutan DOC di hatchery dan tidak ada interverensi dari antibodi induk.
2. Proteksi seluruh tubuh karena Marek HVT tersebar di seluruh jaringan tubuh unggas.
3. Proteksi seumur hidup karena Marek HVT terus bereplikasi dalam tubuh unggas seumur hidup, secara konsisten menstimulasi antibodi.
Keuntungan menggunakan VAXXITEK® HVT+IBD
• Satu kali vaksin melawan Marek HVT dan IBD
• Proteksi dini dan pasti karena di lakukan di hatchery
• Mengatasi gap/ celah imunitas selalu dan selamanya
• Melindungi terhadap Marek dan semua strain Gumboro
• Vaksin pertama yang menawarkan tanpa ada rasa takut untuk keamanan dan efikasinya.
Untuk para peternak yang selalu mempunyai masalah dengan Gumboro dan mempunyai sistem brooding management yang baik maka saat ini waktu yang tepat untuk menggunakan VAXXITEK® HVT+IBD Adv