disinfeksi perlu dilakukan untuk mencegah berbagai macam serangan penyakit yang merugikan
Oleh : drh. Sulaxono Hadi dan drh. Ratna Loventa Sulaxono*
Perusahaan pembibitan unggas dalam proses produksinya tidak terlepas dalam satu rangkaian siklus produksi yang disebut penetasan, yakni inkubasi telur tetas terpilih dengan mesin inkubator. Peternak kecil yang sekarang berkembang pun menggunakan mesin inkubator. Tetapi kadang kala terlupakan bahwa pada saat inkubasi, tidak hanya bakal embrio dalam telur yang berkembang menjadi DOC, kuman, virus, fungi juga terinkubasi. Saat DOC muncul dalam mesin tetas, jutaan mikroorganisme juga ada dalam mesin tetas ini.

Mencegah adalah lebih baik daripada menyembuhkan infeksi. Mencegah merupakan salah satu langkah melakukan mitigasi jangan sampai ada kerugian besar yang terjadi di belakang hari. Antisipasi jauh hari sebelum terjadi infeksi yang menyebabkan kerugian yang terjadi.

Siklus itupun berulang lagi; DOC keluar, kerabang telur keluar, kemudian telur tetas baru dimasukkan ke dalam mesin tetas. Jeda waktu yang diperlukan untuk membersihkan dan mendesinfeksi mesin tetas sebelum dipakai kembali bisa dibilang sangat singkat sekali. Daya tetas bisa turun karena banyak tumpukan koloni mikroorganisme di berbagai bagian mesin tetas. Masuk melalui pori kerabang telur dan menginfeksi. Embrio bisa mati dini sebelum berubah dan berkembang menjadi DOC. Daya tetas yang diharapkan tinggi bisa tidak tercapai karena banyaknya telur tetas yang harus diapkir pada saat proses candling telur dari mesin tetas.
Formaldehida sebagai desinfektan
Desinfektan merupakan bahan kimia yang dapat dipakai untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan cara menghalangi pertumbuhan ataupun merusak struktur mikroorganisme (bakteri, virus, fungi) sehingga mati yang umumnya digunakan pada benda mati. Berbeda dengan antiseptik, pemakaian sering digunakan untuk diri manusia atau hewan. Antiseptik tidak merusak tubuh inangnya dan tidak semua bahan desinfektan dapat dipakai sebagai antiseptik.
Baca Juga : Keuntungan dari Cemaran yang Hilang Saat Proses Sanitasi
Formaldehida atau yang populer dengan sebutan formalin adalah golongan aldehida selain glutaraldehida dan glioksal. Konsentrasi larutan yang dipakai untuk desinfektan adalah sebesar 0.5%. Rumus kimianya adalah CH2O, berbentuk gas yang dilarutkan dalam air atau alkohol. Larutan murni dijual dengan konsentrasi 37-40% yang ditambahkan stabilizer 10-12% metanol. Larutan formaldehida dalam konsentrasi kurang dari 1,5% belum mampu membunuh jamur yang berkembang dalam mesin inkubator atau lingkungan kandang. Peternak ayam komersial biasa menggunakan desinfeksi kandang sebelum masuk DOC baru, namun pada masa istirahat kandang biasanya dengan formalin. Glitaraldehida adalah kelompok aldehida yang memiliki sifat yang lebih baik, membunuh virus dan tidak karsinogenik.*Medik Veteriner di Balai Besar Maros
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2019 dengan judul “Desinfeksi Cegah Infeksi Dini Saat Inkubasi”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153