Fasilitas crushing plant dan pelabuhan untuk aktifitas ekspor, banyak ditemukan di sepanjang sungai Praná
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Argentina merupakan pemimpin dunia dalam produk kedelai bernilai tambah yang menyumbang 43 persen dari ekspor bungkil kedelai dunia; diikuti oleh Brasil dengan 23 persen; dan Amerika Serikat dengan 16 persen. Pada bulan September 2019, China mengumumkan bahwa Argentina akan menjadi salah satu pemasok terbesar bungkil kedelai untuk memenuhi kebutuhan bahan pakan di industri peternakan dalam negerinya.
Penerapan teknologi di pabrik yang dimiliki dan struktur produksi skala besar, bersama dengan biaya pemrosesan yang lebih rendah, menjadikan bungkil kedelai asal Argentina sangat efisien dan kompetitif. Hal ini didukung oleh kondisi tanah dan iklim yang cocok, jarak transportasi yang tidak jauh antara wilayah penanaman kedelai dan crushing plant, kapasitas pemrosesan harian yang tinggi didukung oleh teknologi canggih, pelatihan profesional tingkat tinggi, kompleks produksi kedelai terletak di sepanjang tepi Sungai Paraná serta memiliki pelabuhan ekspor sendiri untuk hasil tanaman.
Industri kedelai juga sangat efisien dan kompetitif karena memiliki biaya logistik dan transportasi yang lebih rendah. Argentina hanya perlu memindahkan kedelainya dalam jarak pendek, mulai dari 400 hingga 600 kilometer antara area produksi dan pabrik pengolah. Sebaliknya, negara tetangga Brasil jaraknya lebih panjang yakni 1.500 kilometer antara kedua area tersebut, yang secara langsung akan berdampak pada harga ekspor pada titik akhir.
Baca Juga: Argentina Penghasil Harina de Soja
Selain itu, Argentina diuntungkan dengan adanya Sungai Paraná sebagai pelabuhan ekspor yang terdapat beberapa crushing plant berkapasitas besar yang tidak jauh dari wilayah pusat produksi kedelai. Sepanjang 70 kilometer di sebelah kanan Sungai Paraná terdapat 20 crushing plant dan 19 pelabuhan. Salah satu contoh seperti di dekat Rosario, adalah T6, sebuah perusahaan yang dibentuk oleh AGD dan Bunge, yang beroperasi pada area seluas 220 hektare di Puerto General San Martin, Santa Fe, di tepi Sungai Paraná. Ini adalah bagian dari kawasan industri perusahaan agribisnis terbesar.
Sungai Paraná adalah sungai yang dapat dilayari kapal yang melayani ekspor besar. Sistem hulu kota Rosario memanjang 80 kilometer dengan terminal di sepanjang tepi barat. Menurut data 2012, setidaknya 77 persen biji-bijian Argentina diekspor dari sini, khususnya 48 persen kedelai, 97 persen bungkil kedelai dan 98 persen minyak kedelai. Melalui saluran air yang dibentuk oleh sungai Paraguay, Uruguay, dan Paraná, Argentina terhubung dengan produksi kedelai Paraguay, Bolivia dan Brasil. Keuntungan geografis ini semakin mempermudah Argnetina mengembangkan pasarnya.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Argentina Penghasil ‘Harina de Soja’”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153