POULTRYINDONESIA, Jakarta – Lebih dari 1.500 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelopor digital, pembuat kebijakan, pemimpin industri, dan petani dari seluruh Indonesia, menghadiri Agrinnovation Conference di Jakarta Convention Center (JCC) pada Sabtu, (22/2).
Chief Operating Officer Edufarmers International, Amri Ilmma, dalam sambutannya mengajak peserta untuk menjadi agen perubahan. Ia berharap konferensi ini menjadi ajang berbagi pengalaman, bertukar wawasan, dan membangun pertanian berkelanjutan.
Baca juga : PT Satwa Medika Utama Ekspansi ke Pasar Pakistan
“Kita ingin konferensi ini tidak hanya sekadar diskusi, tetapi juga melahirkan kebijakan nyata untuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih baik,” ujar Amri.
Menyoroti tantangan sektor pertanian dan pangan, Amri menegaskan pentingnya sumber daya manusia (SDM) petani dan inovasi teknologi. “Untuk menjawab tantangan ini, Edufarmers berkolaborasi dengan Pemuda Tani menyelenggarakan Agrinnovation Conference guna membahas isu-isu strategis,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, Budi Satrio Djiwandono, menekankan bahwa regenerasi petani menjadi kunci ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa prinsip transparansi, inklusivitas, akomodatif, dan partisipatif harus menjadi landasan organisasi Pemuda Tani Indonesia.
Merespon hal tersebut, dalam rangkaian Rakernas, Pemuda Tani Indonesia juga menggelar Sekolah Tani Muda II pada Jumat, 21 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan generasi muda di sektor pertanian serta mendukung visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
“Ini bukan sekadar pertemuan biasa, tapi momentum untuk berbagi ilmu dan berkolaborasi dalam membangun masa depan pertanian yang lebih baik,” ujar Budi di hadapan ratusan peserta dari 26 provinsi.
Menurutnya, pertanian berperan penting dalam kebangkitan ekonomi nasional. “Jika pertanian kuat, Indonesia akan maju. Jangan ragu untuk terjun ke sektor ini karena masa depan kita ada di tangan petani muda,” tegasnya.
Setelah Rakernas, setiap anggota diharapkan kembali ke daerahnya untuk mengidentifikasi potensi pertanian lokal dan berkontribusi dalam pengembangannya. Budi optimistis bahwa kerja sama dan semangat gotong royong dapat mewujudkan swasembada pangan serta visi Indonesia Emas 2045.
Masih dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina Pemuda Tani Indonesia, Rachmat Pambudy, yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, menyoroti tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian nasional. Ia menekankan perlunya mengatasi ketimpangan distribusi pengetahuan dan kesenjangan antara petani muda dan tua.
Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah sinergi antara Pemuda Tani Indonesia dan Badan Gizi Nasional untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan bagi lebih dari 80 juta penduduk Indonesia.
“Regenerasi petani harus menjadi bagian dari pembangunan nasional. Kita butuh petani muda yang siap menghadapi tantangan zaman,” kata Rachmat.
Untuk informasi, gelaran, Agrinnovation Conference 2025 ini mengusung tema Teknologi & Tren Terkini dalam Pertanian, dengan fokus pada inovasi, kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dimana konferensi ini menghadirkan berbagai pembicara, termasuk pakar pertanian dan teknologi, Kepala Badan Pangan dan Gizi Nasional, serta Ketua Dewan Persusuan Nasional. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan produksi susu domestik, peran petani milenial dan Gen Z, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pertanian.
Dengan mempertemukan petani, pakar, pelopor digital, pemerintah, dan sektor swasta, konferensi ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara teknologi canggih dan aplikasinya di lapangan.
Sebagai hasil konkret, Agrinnovation Conference 2025 menghasilkan dua nota kesepahaman (MoU) strategis antara Bank Republik Indonesia (BRI), Edufarmers, dan Pemuda Tani Indonesia. MoU ini menjadi langkah nyata dalam membangun petani Indonesia yang berdaya saing tinggi dan sejahtera.