Sajian ayam bakar yang disajikan diatas casting iron pan (sumber gambar: www.epicurious.com)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sistem kekebalan menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh setiap individu, dari berbagai ancaman penyakit, termasuk ancaman penyakit COVID-19 yang sedang melanda seluruh negeri. Selain itu, masalah stunting juga masih menjadi momok yang harus diselesaikan oleh bangsa Indonesia.
Berbagai upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sistem imun tubuh maupun menghindari stunting seperti dengan mengonsumsi pangan sumber protein hewani.
Yuni Zahraini, SKM, MKM, selaku Kepala Seksi Masalah Gizi Mikro, Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan yang merupakan mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami beban ganda masalah gizi, yaitu adanya permasalah stunting, serta permasalahan wasting (permasalah gizi pada anak karena nutrisi yang tidak terpenuhi) serta overweight atau kelebihan berat badan pada balita.
Menurut Yuni, meningkatkan daya tubuh perlu menerapkan 10 pesan gizi seimbang agar tubuh tahan terhadap berbagai serangan yang mengancam. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh seperti mengonsumsi makanan yang beragam, banyak makan sayur dan buah, mengonsumsi lauk yang tinggi protein, batasi makanan manis, asin dan berlemak.
“Selain itu, wajib sarapan pagi setiap hari, banyak minum air putih, membaca dengan cermat label gizi makanan yang kita konsumsi, mencuci dengan sabun dan air mengalir, serta melakukan aktivitas fisik yang cukup. Semua ini harus kita lakukan setiap hari, terlebih masa pandemi seperti ini agar daya tahan tubuh kita mampu melawan semua serangan penyakit,” ungkap Yuni dalam webinar Indonesia Livestock Club ke-14, Sabtu (28/11).
Senada dengan Yuni, Ahli Gizi dan Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Prof Dr. Ali Khomsan yang juga sebagai narasumber mengatakan bangsa Indonesia belum mampu mengakses pangan-pangan sumber protein yang berkualitas.
Menurutnya di negara Indonesia, konsumsi protein hewani rendah banyak terjadi pada anak balita dan faktor utamanya karena kemiskinan.
Baca Juga: Sosialisasi Gizi SDTI, Peranan Penting Ibu Berikan Asupan Terbaik untuk Anak
Di sisi lain menurut Ali yang tidak kalah penting adalah adanya bahan pangan yang berkualitas, yang merupakan kebutuhan pokok untuk hidup sehat, sehingga tentu akan tercipta sumber-sumber protein yang mampu mendukung fungsi pertumbuhan yang baik pada tubuh.
“Masih perlu adanya kepedulian dan partisipasi oleh semua pihak agar permasalahan-permasalahan terutama yang menyangkut gizi di Indonesia ini bisa segera teratasi,” ujarnya.
Sementara pendapat yang tidak jauh berbeda juga disampaikan oleh Erika Kusuma Wardani, Regional Sales & Marketing Manager Asia Pacific at Clariant Indonesia.
Erika berujar bahwa kita perlu mendukung penjaminan keamanan pangan produk hasil ternak ini seperti ancaman mikotoksin yang tentu perlu kita kendalikan sedini mungkin.
“Ancaman mikotoksin ini sangat berbahaya, dan bisa menyerang sejak dari lapangan hingga terbawa sampai produk akhir dalam daging, telur, susu dan bahan pangan lainnya yang tentu ini akan menjadi konsumsi masyarakat,” terang Erika.
Erika mengatakan bahwa untuk mencegah serangan mikotoksin, maka perlu melakukan screening dan grading untuk bahan makanan.
“Kita juga perlu menjaga suhu dan kelembapan tempat penyimpanan, serta yang paling penting adalah menggunakan pengikat racun atau toxin binder,” tuturnya.