Kenaikan harga sapronak yang diikuti dengan ketidakpastian pasar masih menjadi tantangan kedepan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – U.S. Soybean Export Council (USSEC) adakan Feed Technology and Animal Nutrition Nutrition conference secara daring selama dua hari, Selasa dan Rabu (18-19/5). Acara ini merupakan konferensi tahunan ke-25 yang sudah dua tahun ini diselenggarakan secara virtual.
Tema yang diangkat pada acara tersebut yaitu “Sustainable Feed Technology and Animal Nutrition Strategies”. Beberapa topik yang diangkat di antaranya mengenai pengaruh kualitas bahan pakan secara ekonomi, bioteknologi, formulasi pakan, dan keamanan pakan.
Berkaitan dengan kualitas dan keamanan pakan, Dr. Swamy Haladi selaku Global Program Nutrition Trouw Nutrition membahas mengenai pengaruh mikotoksin yang dapat menjadi ancaman pada industri peternakan. Metabolit sekunder dari berbagai macam jamur ini dapat terbentuk di lapang dan ada juga yang terbentuk pada saat penyimpanan.
Swamy menyebutkan berbagai studi menyatakan bahwa 80% dari komoditas pertanian terkontaminasi mikotoksin. Tingkat cemaran akan lebih tinggi pada by-product dari bahan pakan.
Baca Juga: Waspada Bahaya Mikotoksin Di Musim Penghujan
“Contohnya DDGS yang merupakan by-product dari jagung, jika cemaran jagung 1 ppb mikotoksin, maka DDGS dapat memiliki cemaran 3 ppm,” ucap Swamy.
Cemaran mikotoksin tidak hanya dapat berpengaruh pada kualitas dan ketersediaan bahan pakan, tetapi mikotoksin membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan maupun performa dan produksi dari hewan.
Efek pada kesehatan tersebut ditunjukan oleh suatu studi di India yang membuktikan bahwa aflatoksin dapat menurunkan titer antibodi terhadap Newcastle Disease (ND) dan Infectious Bursal Disease (IBD).
“Kerentanan hewan terhadap penyakit akibat mikotoksin ini dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan,” kata dia.