POULTRYINDONESIA, Malang – Tak bisa dipungkiri, semenjak pelarangan Antibiotic Growth Promotor (AGP) pada tahun 2018, telah membuat peternakan unggas mengalami banyak permasalahan dalam bidang kesehatan ayam. Akibatnya, kejadian penyakit semakin meningkat, dan setidaknya ada dua penyakit saluran pencernaan yang sering timbul. Penyakit tersebut yakni necrotic enteritis dan koksidiosis.
Pada sejumlah penelitian juga memperlihatkan adanya penurunan performa produksi atas ternak yang tidak menggunakan AGP. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Dr. Ir. Osfar Sjofjan. M,Sc., IPU,. ASEAN Eng, Dosen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan (Fapet), Universitas Brawijaya ( UB), Malang pada hari Sabtu ( 27/11).
Namun, ia mengungkapkan bahwa dengan berjalannya waktu,jalan alternatif untuk mengganti AGP bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan natural growth promotor (NGP). “Saya sendiri sudah melakukan penelitian dengan campuran kunyit, jahe, kencur, daun sirih dan beluntas, dimana campuran ini mengandung fitobiotik dan acidifier. Hasilnya ternyata cukup bagus juga untuk mengganti AGP,” terangnya dalam webinar secara virtual via Zoom Meeting, yang diadakan oleh Fapet UB, Malang, dengan tema ‘ Feed Additive Alami Untuk Unggas’.
Baca juga : Fapet Unpad Gelar Acara Puncak Dies Natalis ke – 58 Usung Tema Kuat dan Bermanfaat
Sementara itu menurut Prof. Dr. Ir. M, Halim Natsir, S, Pt., IPM., ASEAN Eng, Guru Besar Bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pengolahan Pakan Unggas, Fapet UB menjelaskan syarat NGP adalah memiliki efek antimikroba, meningkatkan penyerapan nutrisi, mengurangi infeksi subklinis, mengurangi metabolit yang berakibat pada penghambat pertumbuhan, mengontrol mikroflora usus dan meningkatkan imunitas.
“Selain fitobiotik dan acidifier, NGP bisa juga dalam bentuk probiotik, dimana probiotik ini akan memproduksi asam laktat. Dengan adanya asam laktat ini maka akan membantu menyeimbangkan PH saluran pencernaan secara optimal. Implikasinya adalah akan menekan pertumbuhan bakteri patogen dan menstimulasi pertumbuhan bakteri non patogen. Selain itu,probiotik juga akan melindungi kesehatan vili,microvilli dan bagian saluran pencernaan yang lain,” jelas Halim.