Dalam beberapa budaya Asia, Ayam Kapas sering dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Bentuknya yang lucu dan bulu mengembang menjadi daya tarik dalam wisata edukasi dan kontes unggas hias.
American Silky dikenal karena bulunya yang lembut dan halus, banyak dikenal sebagai ‘Ayam Kapas’. Keunikan lainnya terlihat pada jarinya yang berjumlah 5 disetiap kaki, berbeda dengan ayam biasa yang hanya berjumlah 4. Dibalik bulunya yang menggemaskan, ternyata kulit, daging dan tulangnya berwarna hitam kebiruan, sangat eksotis.
Saat ditemui oleh Tim Poultry Indonesia pada Jumat, (10/10) di kediamannya di Wonodadi, Ibu XXX seorang peternak American Silky menyampaikan bahwa ia sudah berhasil membeli rumah, membangun kandang, menyekolahkan anaknya dari hasil beternak.
“Ini semua dari ayam mba, hampir semua harta yang saya punya ini dari piara silky. Dulu saya sempat jadi TKW di luar negeri, setelah pulang saya lanjutin usaha suami. Sejak 2011 sudah mulai beternak kalkun dan polan, baru 2015 saya beternak American Silky”.
Ia menceritakan awalnya ia impor bibit dari China yang harganya sampai 15 juta per ekor. Kini ia bisa mengirimkan bibit hasil breeding sendiri ke Sumatra, Kalimantan, Bali, Lampung dan Sekitar Jawa.
“Untuk anakan saya jual Rp 200 ribu, untuk indukan siap kontes di harga Rp 2-3 juta, kalo yang bagus banget bisa lebih mahal lagi, tergantung bulu, warna dan posturnya. Terakhir kita ikut kontes itu menang BOB (Best of Breed),” jelasnya.
Saat ditanya mengenai pemberian pakan, ia selaku pembibit selalu merekomendasikan para peternak yang membeli bibit darinya untuk menggunakan pakan 599 Aurora yang diproduksi oleh PT Charoen Pokphand Indonesia karena ia buktikan sendiri.
“Setelah mendengar ada pakan jadi khusus untuk unggas hias awalnya saya ragu, tapi saat saya gunakan ternyata jadi ketagihan sendiri. Ayam saya sehat, bulunya berkilau, pertumbuhannya maksimal,” jelasnya.
Selanjutnya, Tim Poultry Indonesia berbincang bersama Ir. Farid Wadjdi, MP. selaku Dosen Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang pada Jumat, (10/10) untuk mengenal lebih jauh tentang ayam American Silky yang tengah banyak digemari pecinta ayam hias.
“Sebagaimana namanya, American Silky berasal dari Amerika dan memiliki beberapa variasi warna mulai dari putih, hitam dan coklat. Ciri khasnya bulu lembut menyerupai kapas, sehinggas biasa juga disebut Ayam Kapas, rata rata menghasilkan 300-320 butir telur per tahun”.
Dalam perawatannya, Silky membutuhkan banyak asam amino metionin dan lisin untuk mendapatkan bulu yang bagus dan sehat. Ia pun menyampaikan bahwa saat ini peternak tidak perlu repot mencari pakan karena pakan jadi yang diproduksi pabrik sudah sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam hias.
Masih membahas American Silky, Tim Poultry Indonesia juga mewawancarai Teguh Wuryanto selaku Head Departemen Non Commercial Feed (NFC) CPI Surabaya pada Sabtu, (11/10) dalam pertemuan tersebut ia menyampaikan terima kasihnya untuk peternak ayam hias yang sudah setia menggunakan pakan 599 Aurora.
“Senang sekali mendengar testimoni langsung dari peternak ayam hias yang sudah menggunakan 599 Aurora. Dengan bangga kita perkenalkan pakan unggas hias pertama di Indonesia. Pakan ini memang sengaja kita buat khusus untuk ayam hias, mengandung trace mineral yang lebih mengutamakan struktur bulu dan kecerahan warna bulu,” ungkapnya.
Pakan 599 Aurora mengandung asam amino yang menjaga kesehatan unggas, probiotik dan herbal mendukung pencernaan dan menekan bau amonia. Jadi pakan ini sangat cocok untuk peternak yang ingin praktis dan tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi unggas hias. Adv










