Selaput kantung udara menebal dengan pertumbuhan jamur berwarna putih kekuningan pada permukaan
Oleh : drh. Rahmat Ramadoni
Aspergilosis merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh jamur dan ditunjukkan dengan adanya gangguan pernapasan yang berat. Penyakit ini juga dapat menimbulkan lesi pada berbagai organ lainnya, misalnya pada otak dan mata. Istilah Aspergilosis dipakai untuk menunjukkan adanya infeksi Aspergillus sp pada saluran pernapasan, antara lain Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus dan Aspergillus niger.
Penyakit ini juga disebut brooder pneumonia dan fungal pneumonia. Penyakit ini dapat bersifat akut dan kronis. Bentuk akut biasa terjadi pada ayam yang masih muda dan bentuk kronis biasa ditemukan pada ayam dewasa. Penyakit ini dapat ditemukan dalam beberapa bentuk, yaitu bentuik pulmonum, sistemik, kulit, mata dan otak. Berbagai bentuk aspergilosis dapat ditemukan secara tunggal ataupun bentuk campuran.
Baca Juga : Identifikasi Infectious Bronchitis Pengancam Pernapasan Unggas
Pada anak ayam (0-2 minggu), problem pernapasan yang sering muncul biasanya Aspergilosis dan reaksi vaksinasi. Aspergilosis ini dapat terjadi bila spora jamur Aspergillus sp. (di ruang penetasan) terhisap oleh DOC, atau selama transportasi maupun ketika berada dalam brooder di peternakan ayam komersial. Spora tersebut akan berkembang dan mengiritasi alat pernapasannya dan mengganggu aliran udara pernapasan, sehingga ayam mengalami sesak napas (megap-megap). Kolonisasi kapang Aspergillus sp pada kantong udara telur dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan pada embrio ayam. Bahkan, dilaporkan pernah terjadi wabah hebat yang berhubungan dengan tempat penetasan yang mortalitasnya sampai 15 persen pada dua minggu pertama pemeliharaan ayam.
Anak ayam yang terserang Aspergilosis, secara patologi anatomi memperlihatkan adanya nodul-nodul (putih kekuningan) pada permukaan paru-parunya, sayatan paru-paru merah kehitaman dan konsistensinya agak keras. Secara makroskopik ditemukan adanya perkejuan dalam sinus hidung, peradangan pada subserosa/selaput rongga perut dan kantong hawa di daerah perut (yang beraspek suram) terlihat jelas. Secara mikroskopik pada sub serosa peritoneum tersebut dijumpai invasi hifa kapang sedangkan secara kultural ditemukan isolat murni A. flavus. *Medik Veteriner Ahli Pertama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi November 2019 dengan judul “Ancaman Aspergilosis Selalu Sadis”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153