Menjadi dokter dapat dikatakan menjadi cita-cita masa kecilnya, walaupun pada saat itu, dirinya belum bisa menentukan profesi dokter apa yang akan ditekuni. Seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan ketertarikannya pada dunia kesehatan hewan. “Dokter hewan memiliki kelebihan tersendiri, karena tidak hanya mempelajari satu spesies saja. Selain itu, sektor peternakan juga memberikan sumbangsih terhadap asupan protein hewani bagi masyarakat,” ucap pria yang kini bekerja sebagai Technical Support di PT East Hope Agriculture kepada Poultry Indonesia di Bogor, Jum’at (24/1).
Semasa menjadi mahasiswa, ia pernah menjadi Ketua Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan periode 2015-2016. Awalnya tidak menyangka akan mendapatkan jabatan setinggi itu di tingkat mahasiswa seluruh Indonesia. Fokus utamanya kala itu ingin merubah pola pikir mahasiswa kedokteran hewan untuk dapat saling berintegrasi dengan dunia kesehatan manusia. “Tujuan dokter hewan sendiri yaitu menjaga kesehatan hewan yang ujungnya menyejahterakan kehidupan manusia nantinya,” jelas Ibrahim.
Baca Juga: Secercah Harapan Kedepan Bagi Kesehatan Unggas
Setelah ia lulus menjadi dokter hewan, ia pernah mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai Supporting Data Surveillance terkait dengan preventif dan mitigasi penyakit avian influenza (AI) dan swine influenza. Ia berharap pengawasan maupun penanganan AI di Indonesia dapat lebih baik lagi sehingga kasus AI dapat ditekan dan dapat mewujudkan Indonesia bebas AI di kemudian hari. Esti
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul “Kesehatan Hewan untuk Kesejahteraan Manusia”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153