POULTRYINDONESIA, Jakarta — Berdasarkan analisis terhadap lebih dari 115.000 sampel dari 46 negara, Trouw Nutrition mencatat bahwa jumlah sampel yang terkontaminasi mikotoksin pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan 2024. Sampel tersebut mencakup berbagai jenis bahan baku pakan, mulai dari biji-bijian, sumber protein, produk samping, silase, TMR, konsentrat, hingga pakan lengkap. Penurunan paling signifikan dilaporkan terjadi pada fumonisin dan toksin T-2.
Namun demikian, tingkat kontaminasi deoxynivalenol (DON) dan zearalenone (ZEA) tercatat relatif sama dibandingkan tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan fumonisin. Sementara itu, rata-rata konsentrasi mikotoksin pada sampel 2024 dan 2025 dilaporkan relatif tidak mengalami perubahan berarti. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pada 2025, faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang dan produksi mikotoksin masih terjadi, terutama di wilayah beriklim sedang.
Temuan tersebut akan dipaparkan secara lengkap dalam Global Mycotoxin Review tahunan Trouw Nutrition yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Februari. Presentasi akan diselenggarakan dalam dua sesi, yakni sesi berbahasa Inggris pada pukul 09.00 CET dan sesi berbahasa Spanyol pada pukul 16.00 CET.
Selain dominasi kontaminasi DON dan ZEA sepanjang 2025, laporan ini juga menyoroti sejumlah aspek lain, di antaranya analisis ancaman enniatin sebagai mikotoksin emerging, panduan praktis untuk peningkatan keamanan pakan, serta gambaran dampak kontaminasi mikotoksin secara global, termasuk di kawasan Asia Pasifik.
Pada sesi berbahasa Inggris, Dr. Swamy Haladi, Global Category Director for Mould & Mycotoxin Management Trouw Nutrition, dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama, didampingi Avinash Bhat sebagai pembicara tamu yang akan mengulas data dan menyampaikan prediksi awal tahun. Sementara itu, sesi berbahasa Spanyol akan dibawakan oleh Dr. Daniel Miranda sebagai keynote speaker, dengan Eugenio Alcalde sebagai pembicara tamu yang meninjau analisis data dan prediksi awal tahun.
Dengan sebagian besar bahan baku produksi 2025 masih akan digunakan dalam formulasi pakan pada 2026, temuan ini menjadi pengingat bagi pelaku industri perunggasan akan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko mikotoksin.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia