POULTRY INDONESIA, Surabaya – Secara periodik dalam kondisi normal, musim hujan dimulai dari Bulan Oktober dan berakhir pada Bulan Maret. Oleh karena itu, para peternak broiler sebaiknya mempersiapkan diri akan datangnya momen ini. Hal ini untuk menjaga kondisi budi daya tetap bagus, dan mampu menampilkan performa yang optimal.
Menurut drh. Hanin Fadlailul Lintar selaku Animal Health Technical Support, PT Medion Ardhika Bakti), wilayah Tulungagung, Blitar dan Kediri menyampaikan bahwa persiapan diri untuk antisipasi musim penghujan itu terangkum dalam 3M, yaitu menciptakan zona nyaman (comfort zone), mengurangi jumlah bibit penyakit dan menjaga daya tahan tubuh ayam.
Menurutnya menciptakan zona nyaman dimulai sejak masa istirahat kandang dengan cara melakukan perbaikan seperti atap kandang sebaiknya tidak ada yang bocor. Sebab, atap yang bocor akan menyebabkan kandang lembab, tubuh ayam basah dan penyakit akan mudah menyerang. Demikian pula tirai yang bocor juga harus diperbaiki agar tidak bisa menjadi jalan masuk air dalam kandang. Selain itu juga perlu dilakukan pembersihan rumput dan semak- semak di lingkungan kandang, desinfeksi peralatan kandang maupun lingkungan dan penyemprotan insektisida.
“Ketika masa brooding, sebelum DOC datang kandang dan brooder harus sudah siap, termasuk mempersiapkan suplai energi pada DOC yang baru datang. Sebaiknya selalu mengontrol suhu brooder, jika suhu udara terlalu dingin, segera menaikan suhu pemanas atau tambah pemanas suhu brooder. Jika sesuai dan ayam nyaman dapat dilihat dari sebaran ayam, serta segera mengganti atau menambah litter jika basah,”terangnya dalam webinar hasil kerjasama KMPV UBUR Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dan PT Medion, dengan tema “Strategi Pemeliharaan Ayam Broiler di Musim Penghujan”, yang berlangsung via aplikasi Zoom, Jumat (30/9).
Baca Juga: Magister Sains Veteriner FKH UGM adakan Pengabdian Masyarakat di Kota Salatiga
Kemudian dirinya menjelaskan bahwa untuk mengurangi jumlah bibit penyakit bisa dilakukan dengan membatasi lalu lintas keluar masuk kandang, melakukan desinfeksi pada personel sebelum masuk kandang,melakukan desinfeksi mobil tamu,pengangkut pakan dan lingkungan kandang. Selain itu apabila ada ayam mati maka segera dikeluarkan dan dikubur jauh dari kandang.
“Yang tak kalah penting adalah melakukan kontrol air minum, dengan cara melakukan uji kualitas air. Sebab, pada musim hujan intensitas air tinggi. Namun kualitasnya jelek. Selain itu bisa juga melakukan sanitasi air minum dan membersihkan peralatan minum secara rutin termasuk melakukan pengurasan torn serta flushing dengan tekanan tinggi,” terangnya.
Sedang untuk menjaga daya tahan tubuh ayam adalah dengan pemberian nutrisi ransum dan air sesuai dengan kebutuhan ayam. Termasuk menambahkan multivitamin untuk menjaga stamina ayam dan tetap waspada terhadap timbulnya jamur serta mikotoksin, yang diakibatkan oleh adanya kondisi pakan yang terkena air akibat tampias atau kebocoran.