POULTRYINDONESIA, Bandung – Keelokan ayam hias memang selalu menjadi pusat perhatian. Penampilannya yang indah membuat para pecintanya berlomba-lomba untuk menampilkan ayam hiasnya yang terbaik, salah satunya melalui kontes. Sejauh perkembangan kontes ayam hias Indonesia, kebanyakan dari acara tersebut diselenggarakan hanya terpaku di suatu daerah saja. Tak jarang, peserta yang mengikuti kontes tersebut hanya berasal dari suatu daerah. Adanya kontes ayam hias nasional yang dapat mempersatukan seluruh komunitas ayam hias sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya peternak dan para pencinta ayam hias.
Berangkat dari hal tersebut, sebagai asosiasi yang menaungi para pencinta dan peternak ayam hias, Asosiasi Pencinta Ayam Hias (APAH) menyelenggarakan Kontes Ayam Hias Nasional dengan tema “Indonesian Fowl Show 2022 (IFS 2022)”. Kontes ini terdiri dari 30 lebih jenis kategori kejuaraan yang juga memperebutkan piala gubernur. Acara IFS 2022 diselenggarakan di Kiara Artha Park, Bandung, Jawa Barat.
Dalam menjalankannya, APAH bekerjasama dengan 8 komunitas besar pencinta ayam hias  seperti Komunitas Shamo, Himpunan Peternak Penggemar Ayam Pelung Indonesia (HIPPAPI) DPD Kota Bandung, Kate Bandung Parahyangan (KABAYAN), Bandung Serama Team (BST), Baraya Ayam Ketawa Bandung (BARAKATAK), Baraya Bandung Manu Gaga (BRAGA), Komunitas Pencinta Ayam Ekor Lidi Indonesia (KOPALI), dan Asosiasi Pencinta Ayam Kukuak Balenggek Indonesia (APAKBI).
Dalam sambutannya, Andri Irwansyah sebagai Ketua Pelaksana IFS 2022 mengungkapkan kebahagiaan atas terselenggaranya kontes ayam hias berskala nasional ini. Ia menyampaikan bahwa tujuan utama diselenggarakan IFS 2022 adalah sebagai wadah untuk mempertemukan para pecinta ayam hias di seluruh Indonesia dan menampilkannya kepada masyarakat. Melalui acara ini, Andri berharap bisa meningkatkan taraf ekonomi para pecinta ayam hias.
“IFS 2022 diadakan atas kemauan dasar untuk mempererat tali silaturahmi kami sebagai pecinta ayam hias. Peserta dan pengunjung acara IFS 2022 diperkirakan mencapai 1500 orang. Dengan ini, kami berharap dapat memperluas wawasan kami terhadap peluang-peluang yang diciptakan dari menampilkan ayam hias kami, sehingga nantinya meningkatkan perekonomian para pecinta dan peternak ayam hias,” kata Andri di Kiara Artha Park, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/12).
Senada dengan Sultan, Bima Aqila selaku ketua APAH mengatakan bahwa IFS 2022 tidak lepas dari tujuannya, yakni merangkul berbagai pihak dan kalangan, baik penghobi, peternak, dan pedagang. Dengan visi misi yang sama, maka diharapkan IFS 2022 mendapatkan respon positif dari masyarakat yang telah berkunjung dan berpartisipasi di dalamnya, sehingga mampu memberikan peluang baru untuk memutarkan roda perekonomian di lingkungan para penghobi, peternak, dan pedagang ayam hias.
“IFS 2022 itu sebuah kontes ayam hias berskala nasional, yang terdiri dari berbagai macam jenis ayam hias. IFS ini tempat berkumpulnya semua komunitas ayam hias. Dalam artian, semua komunitas ayam hias bergabung di sini untuk melakukan kegiatan bersama yaitu kontes ayam hias. Tujuan pertama yakni untuk merangkul dari berbagai pihak dan kalangan, baik itu penghobi, peternak, dan pedagang itu kita rangkul semua, apapun nama komunitasnya. Disamping itu, saya berharap para penghobi, peternak, dan pedagang ayam hias dapat menambahkan nilai ekonomi dari peluang yang ada,” papar Bima.
Baca Juga: Upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Nasional
Selanjutnya, Benjamin Limi, selaku Regional Head PT Charoen Pokphand Indonesia Jawa Timur memperkenalkan pakan ayam hias besutan Charoen Pokphand. Ia mengatakan, sebagai perusahaan produsen pakan ternak yang berpengalaman lebih dari 50 tahun, PT. Charoen Pokphand Indonesia terus berupaya memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan dunia perunggasan di Indonesia.
“Di negara kita tercinta Indonesia, terdapat banyak ragam fauna termasuk unggas khas dari berbagai daerah di Indonesia yang perlu kita jaga kelestariannya. Salah satu wujud kami kepada perkembangan dunia perunggasan Indonesia, khususnya unggas hias. Oleh sebab itu kami mengeluarkan produk pakan ayam hias yang diberi nama 599 Aurora, yakni pakan ayam hias pertama di Indonesia. Pakan ini adalah formula pakan untuk usia ayam hias 4 minggu ke atas. Harapan kami dengan nutrisi yang lengkap pada pakan 599 Aurora ini dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ayam hias, sehingga ayam kita tetap sehat, produktif, dan lestari,” ungkap Ben.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Ketahanan pangan dan Peternakan Provinsi (DKPP) Jawa Barat,  drh. Indriantri, mengatakan kalau ayam hias merupakan potensi bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat di bidang perunggasan. Bahkan, Indriantari memberikan sinyal bahwa potensi ini terus menunjukkan tren yang positif.  Untuk itu, ia berharap kepada seluruh stakeholders untuk menjalin kolaborasi yang kuat dalam upaya pengembangan sektor ayam hias nasional. Selain itu, ia juga mengisyaratkan bahwa dalam pemeliharaan ayam hias harus mengedepankan manajemen dan tata laksana yang baik untuk menghasilkan output yang baik pula.
“Kontes ayam hias nasional ini tentunya merupakan ajang bagi para pecinta ayam hias untuk dapat menampilkan keunikan dan kekhasan dari masing-masing ayam hias. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan upaya pemeliharaan khusus dan tata laksana yang tepat agar ayam hias yang dihasilkan betul-betul memiliki keunggulan baik dari sisi kuantitatif maupun kualitatif. Hal-hal tersebut diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang baik khusus bagi masyarakat yang bergerak di sektor perunggasan termasuk juga yang melakukan pemeliharaan unggas sebagai penghasil pangan. Lebih dari itu, kontes ayam hias ini menunjukkan masyarakat perunggasan kita yang lebih berkualitas khususnya dalam menghadapi tantangan perunggasan yang akan datang,” beber wanita yang akrab dipanggil Indri tersebut.