Untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian, perlu adanya sebuah inovasi yang dilakukan berdasarkan data dari riset dan pengembangan yang dilakukan secara terus menerus. Industri juga harus bisa beradaptasi dengan zaman, di mana perubahan preferensi dan perilaku konsumen bisa berubah dengan sangat cepat.
Selain itu, efisiensi skala besar juga perlu dilakukan oleh industri agar bisa menghasilkan suatu produk yang kompetitif. Dalam perjalanannya, industri memiliki keterbatasan gerak dalam melakukan riset dan pengembangan. Oleh karena itu, industri perlu melakukan kolaborasi dengan para akademisi di berbagai universitas.
Berawal dari hal tersebut, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) melalui yayasan Charoen Pokphand Foundation Indonesia menggagas sebuah program CSR ke berbagai universitas yang ada di Indonesia terkait dengan riset dan pengembangan untuk sektor perunggasan. Salah satu yang dilakukan CPI yakni berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) melalui hibah kandang Closed House untuk ayam petelur dan Entrepreneurship Teaching Center.
Seremoni pemberian hibah sekaligus peresmian Closed House dan Entrepreneurship Teaching Center dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Kamis, (10/12). Beberapa pihak yang terlibat dalam peresmian tersebut yaitu pihak Kampus UB yang diwakili oleh Prof. Nuhfil Hanani AR (Rektor UB) dan Prof. Suyadi (Dekan Fapet UB), pihak CPFI yaitu Dr (HC). Thomas Effendy, SE., MBA (Ketua CPFI sekaligus Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia), dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yaitu Hj. Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim).
Menurut Rektor UB, Prof. Nuhfil Hanani AR, menjelaskan bahwa CSR yang diberikan oleh pihak industri sangat bermanfaat bagi pihak kampus dalam sinkronisasi antara dunia pendidikan dan dunia industri.
“Terima kasih kepada setiap pihak yang sudah terlibat dalam CSR ini, dengan adanya hubungan triple helix antara pemerintah, akademisi dan industri ini semoga bisa memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat. Semoga kegiatan ini tidak berhenti hanya sampai sini saja karena teaching farm itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam melakukan sinergi antara teori dan praktik,” ujar Nuhfil.
Senada dengan rektor, Dekan Fapet UB, Prof. Suyadi, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah langkah konkret dan strategis dalam rangka membangun SDM yang unggul.
“Dengan fasilitas ini maka mahasiswa dapat mengikuti berbagai kegiatan magang bersertifikat dan sejalan dengan program dari pemerintah kita. Dengan adanya hibah ini maka harapannya lulusan kami dapat membangun negeri ini lewat SDM yang unggul,” tambah Suyadi.
Masih menurut Suyadi, fasilitas yang sudah diberikan oleh pihak CPI merupakan sebuah kolaborasi yang baik antara pihak industri dan para peneliti, di mana CSR berupa kandang closed house dan Entrepreneurship Training Center tersebut akan digunakan untuk riset
baik untuk dosen maupun mahasiswa, yang tentunya akan membantu industri ini dalam arah pengembangan bisnis ke depannya.
Sementara itu menurut Thomas Effendy, kegiatan tersebut bertujuan untuk mencapai cita-cita bersama yaitu sarjana peternakan yang sudah siap pakai dan mengerti realita langsung di lapangan. Hal itu dari mulai bagaimana penanganan ayam sampai mengenal penyakit.
“Lulusan sarjana peternakan itu diharapkan menjadi sarjana yang tangguh dan siap di lapangan. Selain itu dengan adanya Entrepreneurship Teaching Center ini kami harap lulusan kampus itu tidak melulu harus jadi karyawan, kami berharap sebagian lulusan mampu membuka lapangan pekerjaan lewat entrepreneurship,” ujar Thomas.
Thomas juga berharap agar kandang closed house ayam ras petelur yang sudah dihibahkan kepada UB bisa menjadi contoh untuk setiap pelaku usaha yang bergerak di bidang ayam ras petelur. “Kami meminta kepada UB agar bisa secara terbuka memberikan kesempatan bagi setiap stakeholder yang ingin melakukan studi banding. Semoga dengan berbagai macam riset dan pengembangan yang telah dilakukan, bisa melahirkan berbagai macam inovasi yang berkaitan dengan efisiensi produksi,” harapnya.
Apresiasi dari Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi langkah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan Universitas Brawijaya (UB) dalam meningkatkan sumber daya manusia melalui kerja sama antara pihak kampus dengan dunia industri.
Khofifah menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan titik awal sinergi antara pihak kampus, industri dan pemerintah dimana saat ini baik pemerintah provinsi maupun pusat sedang membangun sebuah Kawasan Industi Halal (KIH).
“Saya berharap apa yang sudah diinisasi oleh UB dan CSR dari CPI dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir produk halal dunia,” ucapnya. Adv










