Pelantikan pengurus ARPHUIN periode 2022-2026
POULTRYINDONESIA, Bogor – Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (ARPHUIN) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) I di IPB Botani Square, Bogor, Kamis (2/3).  Dalam Munas I ARPHUIN ini, Theresia Agustina terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus ARPHUIN Periode 2022-2026.
Dalam sambutannya Theresia Agustina, Ketua ARPHUIN terpilih mengajak para pengurus dan semua anggota Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Indonesia untuk bisa saling bahu membahu dan bekerjasama dalam menjalankan asosiasi menuju ke arah yang lebih baik. Menurutnya peran aktif semua anggota menjadi sebuah hal yang tidak kalah penting, karena banyak hal dan persoalan yang harus diurai secara bersama.

Baca juga : Peternak Beregenerasi Harus Tetap Hati-Hati

“Dengan adanya Munas dan kepengurusan baru ini, kita berharap akan ada cara kerja yang baru. Walaupun tak dipungkiri masih banyak PR, tapi dengan kerja sama dari pengurus dan semua anggota saya yakin kita bisa membantu pemerintah. Semangat, dan ayo saling bergandengan tangan,” tegasnya.
Sementara itu, Ferdiansyah Tjoe Gunawan selaku Dewan Penasehat ARPHUIN menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasinya kepada para pengurus ARPHUIN yang telah terpilih. Dengan kepengurusan yang baru ini, dirinya berharap dapat membawa asosiasi ini menuju ke arah yang lebih baik.
“Para pengurus dan anggota harus semakin kompak, solid dan bekerja sama dengan baik. Karena dengan itu akan bisa lebih baik lagi. Dengan adanya Asosiasi ini, kami juga berharap bisa membantu dan bekerja sama dengan pemerintah, sehingga bisa turut mengurai persoalan yang ada di perunggasan,” harap Ferdiansyah.
Masih dalam acara yang sama, Syamsul Maarif selaku Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Dirkesmavet) menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung penuh ARPHUIN, karena asosiasi ini merupakan salah satu bidang yang betul-betul mengarah ke Kesmavet.
“ARPHUIN ini mempunyai posisi yang sangat penting dalam mata rantai bisnis perunggasan. Terlebih permasalahan Kesmavet semua diatur dalam UU yang jelas, sehingga kalau ada pelanggaran maka ada sanksi hukum tertentu yang tidak bisa dihindari. Harapannya semua produk yang keluar dari RPHU merupakan produk yang telah lolos dari penilaian dan perizinan yang baik, seperti sertifikasi halal dan NKV. Saat ini RPHU kita sebanyak 315 unit, dimana RPHU ber NKV 188 unit per Januari 2023 dan yang telah memiliki sertifikat Halal sebanyak 42 RPHU,” jelasnya.
Dirinya melanjutkan bahwa saat ini tidak semua laporan data pemotongan unggas dan stok karkas terdata/terlaporkan dengan baik, meski telah dibangun aplikasi untuk pelaporan melalui ISIKHNAS. Menurutnya saat ini yang rutin melaporkan adalah RPHU/CS yang dimiliki/dikuasai oleh Pembibit GPS ayam ras pedaging sejak tahun 2021. “Data pemotongan dan stok karkas sangat diperlukan dalam pengambilan kebijakan supply demand untuk perhitungan penyediaan produksi ayam ras pedaging, sehingga diperlukan dukungan data yang valid dan akurat untuk menggambarkan realita di lapangan. Untuk itu kami dari pemerintah juga berharap dengan semakin baiknya ARPHUIN dapat membantu dalam hal data yang ada bisa lebih baik dan akurat lagi, sehingga dengan diketahuinya jumlah produksi karkas di semua RPHU maka bisa diselaraskan dengan izin DOC yang dikeluarkan.
“Untuk itu ARPHUIN ini nantinya bisa diselaraskan dengan GPPU dan Pinsar. Dengan kolaborasi dan data yang kuat ini, maka kita bisa membendung produk unggas impor yang bisa memengaruhi stabilitas perunggasan kita. Banyak yang bicara dengan saya kalau kekurangan MDM, dan ingin impor. Tapi saya menolak dan bilang akan siapkan. Disinilah ARPHUIN mempunyai peran penting. Saya sadar betul kalau kita izinkan impor terkait produk unggas, maka nanti akan merembet kemana-mana termasuk juga karkas,” tegasnya.
Saat ini RPHU selain disediakan oleh Pemerintah Daerah (Kab/Kota), juga dibangun oleh swasta. Hal ini juga sejalan dengan Permentan Nomor 32 Tahun tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi yang mengamanatkan kewajiban pelaku usaha perunggasan agar menyediakan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang memiliki fasilitas rantai dingin. Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas rantai dingin diharapkan dapat menjadi solusi sebagai buffer penyangga jika terjadi oversupply/penurunan produksi. Keberadaan RPHU di sektor hilir memiliki peranan penting dalam pengembangan. RPHU yang terintegrasi dengan peternakan diharapkan dapat memotong mata rantai yang sangat panjang di industri perunggasan. Keberadaan RPHU juga diharapkan dapat meningkatkan mutu produk unggas.
“Sekali lagi peran ARPHUIN diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk menjamin tersedianya karkas/daging unggas yang memenuhi kriteria ASUH serta membantu menyediakan data produksi yang akurat. Melalui ARPHUIN diharapkan seluruh RPHU yang ada di Indonesia dapat bergabung di dalam ARPHUIN sehingga dapat mempermudah komunikasi dan koordinasi antara RPHU dan pemerintah serta stakeholder terkait lainnya. Selamat menjalankan tugas bagi Para Pengurus ARPHUIN periode tahun 2022-2026 terpilih,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Achmad Dawami, Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU). Dalam kesempatannya ia menyampaikan bahwa ARPHUIN mempunyai peran besar dalam pembenahan data yang selama ini tidak pernah tepat dan akurat. Menurutnya data menjadi sebuah hal yang sangat penting, karena apabila data salah, kebijakan apapun akan keliru. Dan hal ini yang terjadi saat ini, dimana setiap tahunnya Indonesia mempunyai kelebihan tidak kurang dari 400 ribu ton karkas.
“Bahkan berdasarkan prognosa untuk 2023 ini, akan ada kelebihan 565 ribu ton karkas. Antara produksi LB dengan kebutuhan konsumsi nasional belum seimbang, mau ditaruh dimana? Ketepatan prognosa yang telah masuk ke ranahnya Kesmavet ini harus kita dukung. Namun apabila prognosa hanya bersifat kalkulasi, ya percuma. Harusnya kita berpikir, bagaimana kita mencapai target prognosa tersebut. Bisa melalui kampanye gizi. Atau bisa juga dengan apa yang telah dilakukan ARPHUIN dengan mendekatkan produk sedekat mungkin dengan konsumen. Bagaimana memproduksi karkas dengan harga yang realistis dengan konsumen, supaya konsumsinya naik. Karena itu juga merupakan tujuan utama bagi pemerintah, dimana memproduksi protein untuk kecerdasan dan ketahanan tubuh bangsa Indonesia. Inilah mengapa kita harus bersama mendukung ARPHUIN,” tegasnya.
Pada hari yang sama, juga dilaksanakan pelantikan pengurus ARPHUIN periode 2022-2026, yang ditandai dengan sumpah janji pengurus, penandatangan berita acara pelantikan serta seremoni penyerahan panji ARPHUIN dari Dirkesmavet, drh Syamsul Ma’arif kepada Ketua ARPHUIN, Theresia Agustina.
 
Susunan Pengurus ARPHUIN periode 2022-2026:

 

Dewan Pembina : drh. Syamsul Maarif, M.Si
Dewan Penasehat :Ferdiansyah Tjoe Gunawan
                               Juniari Sungkono
                               Rewin Hanrahan
                               Irfan Cahyana
Ketua: Theresia Agustina
Wakil Ketua: Sigit Pambudi
Sekretaris: Muslih Al Maarif
Bendara: Rubiyanti
Koordinator MDM: Keenan Pardede
Koordinator Hubungan Antar Lembaga dan Advokasi: Cecep M Wahyudin
Koordinator Teknis: Tony Cjahjadi 
Koordinator Humas, Media, Publikasi: Thomas Kristanto, Ferdinand Oroh
Korwil Sumatera: Rahmad
Korwil Jawa Barat: Renny Lim
Korwil Jawa Tengah: Chairi Kusuma
Korwil Jawa Timur: M Zunalydi