POULTRYINDONESIA, Jakarta – USSEC Southeast Asia adakan webinar series bertajuk Animal Protein Technical Broadcast via Zoom, Rabu (14/7). Rangkaian webinar ini merupakan series ke 5 yang diadakan oleh USSEC.
Dr. Julian Wiseman selaku Professor of Animal Production, University of Nottingham School of Biosciences memaparkan mengenai asam lemak esensial (EFA) dan fosfolipid pada full fat soy.
Julian yang menjadi salah satu pemateri webinar tersebut mengatakan bahwa penggunaan EFA struktur n-6 (alfa – Linolenic, 18:3) dan n-3 (alfa – Linolenic, 18:2) dengan perbandingan 5:1 dapat dikatakan memberikan banyak manfaat, misalnya dari segi performa, reproduksi, dan imunitas.
Lebih lanjut, menurut Julian, jika dibandingkan dengan minyak salmon yang tinggi 18:3 (18 atom karbon, 3 ikatan ganda) minyak kedelai (SBO) memberikan pengaruh yang lebih baik dari segi daya tetas broiler breeders pada umur 23 minggu dan 27 minggu.
Baca Juga: USSEC Gelar Webinar Tentang Teknologi Pakan dan Nutrisi Broiler
“Pada penggunaan salmon oil, terjadi depresi daya tetas ayam. Hal ini diduga disebabkan oleh tingginya 18:3 yang merupakan asam lemak tidak stabil, sehingga dapat mempengaruhi daya tetas dari broiler breeders,” ungkap Julian.
Asam lemak esensial yang memiliki rantai panjang serta memiliki ikatan lebih dari dua cenderung tidak stabil. Julian menyarankan untuk menyiasatinya pada saat produksi atau penyimpanan yaitu menggunakan mikroenkapsulasi dan antioksidan.
Berkenaan dengan lecithin yang secara komersial berasal dari minyak full fat soy, soy lecithin merupakan emulsifier yang mendukung penggabungan asam lemak pada misel dapat membantu pencernaan lemak pada unggas. Terlebih pada unggas muda yang aktivitas lipase dan produksi garam empedu cenderung kurang.
“Penambahan 0,5g/kg soy lecithin memberikan hasil yang lebih baik pada ADG dibandingkan dengan 1g/kg maupun kontrol,” tutur Julian.