POULTRYINDONESIA, Jakarta – Adanya pandemi COVID-19 membuat hampir semua sektor industri terkena dampak dan tentu mengalami berbagai perubahan, termasuk para stakeholder yang bergelut di bidang kesehatan hewan.
Menanggapi hal tersebut, Asosisasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) menggelar Webinar Nasional Kesehatan Unggas bertemakan “Perkembangan Penyakit Unggas di Masa Pandemi COVID-19” melalui aplikasi Zoom, Rabu (9/9).
Irawati Fari selaku Ketua Umum Asohi dalam sambutannya mengatakan dengan dilakukan webinar tersebut diharapkan bisa memberikan informasi terkait perkembangan penyakit unggas yang selama pandemi ini tidak bisa dilakukan tatap muka secara langsung.
“Selain berbagi informasi, dengan webinar ini saya harap kita bisa bersama-sama menentukan langkah-langkah terbaik ke depan, khususnya para dokter hewan untuk bisa melakukan pemeliharaan kesehatan hewan agar ternak kita bisa terjaga kesehatannya,” tutur Ira.
Menurut Ira, banyak kegiatan yang seharusnya dilakukan namun harus terkendala dengan situasi seperti ini, sehingga para pelaku harus memutar otak untuk mencari jalan keluar agar hewan-hewan ternak khususnya unggas bisa tetap terjaga kesehatannya.
Baca Juga: Asohi Kaji Peternakan Pasca Dua Tahun Pelarangan AGP
Dr. drh. NLP. Indi Dharmayanti, MSi selaku Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) Bogor yang merupakan salah satu narasumber webinar tersebut mengatakan beberapa penyakit viral yang menjangkiti unggas didominasi oleh berbagai infeksi virus RNA seperti AI, ND, IB, dan IBD, serta terdapat pula infeksi dari virus DNA yaitu Marek.
Berbagai patogen tersebut muncul melalui mekanisme genetik, termasuk mutasi, rekombinasi, ko-evolusi dengan vaksin, serta dari obat-obatan yang digunakan.
“Untuk penyakit viral sendiri hal utama yang harus diperhatikan adalah biosekuriti dan program vaksinasi yang benar,” ujarnya.










