POULTRYINDONESIA, Jakarta – Asosiasi Obat Hewan Indonesia atau Asohi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII secara daring pada Selasa, (26/10). Setelah melalui serangkaian acara, Munas hari ini menghasilkan keputusan bahwa Drh. Irawati Fari kembali terpilih menjadi Ketua Umum Asohi periode 2021-2025, setelah sebelumnya mengemban amanah pada posisi yang sama untuk periode 2015-2020.
Baca juga : ASOHI Soroti Dampak COVID-19 di Industri Peternakan
Dalam pembukaan Munas hari ini, Ir. Teddy Candinegara, selaku Ketua Panitia Munas mengatakan bahwa sebenarnya Munas telah dijadwalkan untuk di gelar pada bulan Mei 2020, sesuai dengan periode kepengurusan ASOHI yaitu tahun 2015-2020. Namun dengan adanya pandemi covid-19 sejak Maret 2020, pengurus ASOHI memutuskan untuk menunda tahun 2021 dengan asumsi tahun 2021 pandemi telah usai. Namun melihat situasi yang ada, melalui Rakornas ASOHI diputuskan bahwa Munas tetap harus dilaksanakan paling lambat akhir tahun 2021 dan dapat dilakukan secara online atau daring.
“Untuk itu sesuai keputusan pengurus nasional ASOHI, pada hari ini Munas diselenggarakan secara daring. Meskipun Munas dilaksanakan secara daring dalam waktu satu hari, namun pembahasan materi Munas meliputi penyempurnaan AD, ART, Kode Etik, Program Kerja, dan Rekomendasi, telah dilakukan selama paling tidak 6 bulan terakhir. Rapat pembahasan dilakukan oleh Panitia pengarah serta pengurus ASOHI Pusat, dewan penasihat dan juga melibatkan pengurus ASOHI Pusat dan Daerah,” terang Teddy.
Drh. Irawati Fari, selaku Ketua Umum Asohi dalam sambutannya mengatakan dengan dilakukannya Munas secara daring ini justru membuat pembahasan materi Munas yang dilakukan oleh panitia pengarah menjadi lebih intens dan melibatkan semua pengurus nasional, dewan penasihat, dewan kode etik dan juga pengurus daerah yang sudah dimulai beberapa bulan lalu melalui rapat-rapat secara daring. Ira berharapkan dengan persiapan dan pembahasan yang matang, Munas hari ini dapat berjalan lancar.
“Apa yang kita capai dalam menjalankan amanat Munas tahun 2015 adalah hasil dari sebuah pengabdian pengurus ASOHI Nasional dan Daerah, beserta dukungan dari banyak pihak. Untuk itu melalui kesempatan yang berbahagia ini, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan baik dan ikut mendukung kegiatan-kegiatan ASOHI. Pada hakikatnya, visi misi yang kami susun untuk menjalankan amanat Angaran Dasar ASOHI Pasal 5, bahwa maksud didirikan ASOHI adalah untuk mewujudkan usaha obat hewan Indonesia yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab, memenuhi kebutuhan obat hewan sebagai sarana mengembangkan kesehatan hewan dan melestarikan sumber daya hewani,” terang Ira.
Sejalan dengan tema Munas yaitu, “Tantangan dan Peluang Industri Obat Hewan di Tengah
Perubahan”, pada acara pembukaan Munas hari ini juga telah dilakukan soft launching buku yang berjudul, “Pandangan dan Peran ASOHI terhadap Kecukupan Protein Hewani dan Peningkatan Kesehatan Hewan”, yang akan terjadi pada era 10 tahun ke depan. Buku yang disusun oleh Dr. drh Sofjan Sudardjat MS., dan Tim Gita Pustaka, ini diharapkan mampu menjadi sumbangan pemikiran ASOHI periode sekarang untuk kemajuan industri obat hewan dan pembangunan nasional.