Oleh : Henri E. Prasetyo.,drh.,M.Vet*
Strategi Terpadu Pencegahan pada Ayam Broiler, Layer, dan Breeder Melalui Biosekuriti, Program Kesehatan, Manajemen Pemeliharaan, dan Nutrisi
Di tengah kemajuan teknologi perunggasan, collibacillosis masih menjadi salah satu penyakit yang paling sering dijumpai di lapangan. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli ini kerap muncul tanpa disadari, perlahan menurunkan performa ayam, dan pada akhirnya berdampak signifikan terhadap kerugian ekonomi peternak.
Collibacillosis tidak hanya menyerang broiler, tetapi juga layer dan breeder, dengan manifestasi yang berbeda-beda. Dimana yang membuat penyakit ini semakin kompleks adalah sifatnya yang multifaktorial dan sering berperan sebagai penyakit sekunder, memanfaatkan celah dari lemahnya manajemen, biosekuriti, atau kesehatan ayam.
Oleh karena itu, pencegahan collibacillosis tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terpadu yang mencakup biosekuriti, program kesehatan, manajemen pemeliharaan, serta pengelolaan nutrisi pakan secara optimal.
Apabila dicermati, E. coli sejatinya merupakan bakteri yang umum ditemukan di lingkungan kandang, bahkan di saluran pencernaan ayam. Namun, pada kondisi tertentu, bakteri ini dapat berubah menjadi patogen dan menimbulkan penyakit.
Pada broiler, collibacillosis sering terlihat dalam bentuk dengan infeksi airsacculitis, pericarditis, perihepatitis dan septicemia. Sementara pada layer dan breeder, dampaknya bisa lebih luas, seperti penurunan produksi telur, kualitas kerabang menurun, egg peritonitis, penurunan fertilitas dan daya tetas. Kondisi stres, infeksi penyakit pernapasan (IB, ND, AI, CRD), kualitas udara kandang yang buruk, serta ketidakseimbangan nutrisi menjadi pemicu utama berkembangnya collibacillosis.
Pencegahan dan Pengendalian
Collibacillosis merupakan salah satu penyakit penting pada unggas yang kerap muncul sebagai infeksi sekunder. Oleh karena itu, strategi pencegahan dan pengendaliannya perlu dilakukan secara komprehensif, dimulai dari penerapan biosekuriti yang ketat, manajemen lingkungan kandang, pengendalian penyakit primer, hingga monitoring dan deteksi dini.
Biosekuriti tetap menjadi benteng pertahanan utama dalam mencegah masuk dan berkembangnya E. coli patogen di peternakan. Upaya ini mencakup pengendalian lalu lintas dengan membatasi keluar-masuk orang ke area kandang, penerapan sistem all in–all out bila memungkinkan, penggunaan pakaian kerja, alas kaki, dan peralatan khusus kandang, serta pelaksanaan desinfeksi kendaraan, peralatan, dan egg tray secara rutin. Penerapan biosekuriti yang disiplin akan menurunkan tekanan infeksi sejak awal siklus produksi.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Kesehatan pada majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.