Seorang pakar ekonom INDEF, Dr. Aviliani, SE, M.Si, yang lahir di Malang, 14 Desember 1961 melihat sektor peternakan menjadi salah satu komoditas yang penting, di mana ke depan industri ini harus efisien dan mampu berdaya saing. Wanita berparas cantik ini menuntaskan studi S-1 nya di Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Atmajaya Jakarta tahun 1985, kemudian melanjutkan S-2 jurusan Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia pada tahun 1995, dan menutupnya dengan kuliah S-3 di Manajemen Bisnis, Institut Pertanian Bogor di tahun 2012.
Menurut wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini, dua tahun ke depan bukan masa yang mudah. Para pelaku usaha di industri obat hewan harus mengencangkan ikat pinggang untuk mencari peluang yang baru. “Saya melihat industri ini masih mempunyai pasar yang besar, dan peluang ekspor juga masih tinggi, tergantung kita mau berbenah atau tidak,” ucap Avi sapaan akrab Aviliani di IPB International Convention Center Bogor, Jumat, (25/10).
Baca Juga : Ekspor Perdana Produk Pakan CJ ke Myanmar
Avi menilai bahwa ke depan diharapkan pemerintah dan para stakeholder terkait bisa membuat kebijakan yang lebih sederhana, supaya proses birokrasi tidak akan rumit, sehingga nantinya bisa menghambat lajunya perkembangan industri. Selain itu, masih menurutnya, pekerjaan rumah kita bersama adalah meningkatkan nilai konsumsi terutama protein hewani, dan juga dituntun untuk melakukan ekspor karena peluangnya masih sangat terbuka lebar. Chusnul
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Desember 2019 dengan judul “Aviliani, Pasar Ekspor Masih Terbuka”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153