POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam beberapa tahum terakhir, permintaan produk daging ayam lokal terus mengalami peningkatan. Untuk itu, dibutuhkan terobosan baru untuk memenuhi permintaan itu, dengan cara mengoptimalkan potensi ayam lokal yang ada di Indonesia.
Hal ini seperti disampaikan oleh Komarudin, S Pt.,M.Sc, selaku Peneliti di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), dalam sebuah Seminar Berkala Pelayanan Informasi Inovasi TPV 2022 – Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), yang berjalan secara daring via aplikasi Zoom, Kamis (15/9).
Baca Juga: Menciptakan Comfort Zone untuk Broiler
Menurut Komarudin, salah satu rumpun ayam lokal yang berpotensi diseleksi, untuk menjadi ayam lokal unggul pedaging, yakni ayam gaok. Ayam ini merupakan rumpun ayam lokal yang berasal dari Madura, Jawa Timur. “Program perakitan bibit ayam lokal dalam membentuk struktur pembibitan melalui perkawinan 4-ways crossing. Di mana hasil dari program ini kemudian dinamakan GaoSi-1 Aginak,” terangnya.
Komarudin melanjutkan bahwa ayam GaoSi-1 mempenyai beberapa keunggulan, seperti bobot badan pada umur 10 minggu untuk jantan bisa mencapai 1 kg, sedang untuk betina antara 8-9 ons. Kemudian yang menarik adalah persentase karkas yang cukup tinggi dari ayam GaoSi – 1, yakni baik jantan maupun betina bisa mencapai 63 %. Sedang Feed Convertion Rate (FCR) bervariasi, tergantung dari pakan yang digunakan.
“Ayam GaoSi-1 Agrinak akan segera disebar ke seluruh wilayah Indonesia, melalui unit perbanyakan bibit sumber (UPBS),” pungkasnya.