POULTRY INDONESIA, Malang – Ayam korat merupakan galur ayam yang berada di Thailand, dengan ciri cepat tumbuh dan  tahan penyakit, serta mempunyai citarasa daging  yang enak. Untuk itu dibutuhkan pemberian nutrisi makanan yang berkualitas baik, sesuai dengan pertumbuhan ayam. Hal ini disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Kempaka Sutisa, Suranaree University of Technology, Thailand. Menurutnya secara prinsip pemberian pakan pada ayam korat sebaiknya terus dilengkapi, sehingga sesuai dengan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh ayam.
“Dengan catatan tetap mempertimbangkan harga, keberadaan bahan baku dan formulasi termasuk pula kecernaan pakan dan total kandungan asam amino yang berada di pakan. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah melakukan manajemen pemberian pakan agar pemberian pakan bisa sesuai, tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit dan tidak banyak pakan yang tumpah,” terangnya ketika mengisi kuliah program 3 in 1, yang diadakan oleh Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang secara daring melalui aplikasi Zoom, Selasa (20/9) dengan tema  “Nutrient Management in Korat Chicken” .
Menurut Kempaka, bahan pakan yang bisa digunakan meliputi gandum baik dari Australia, Eropa bahkan India, soy bean meal( sbm), full fat soybean meal (ffsm), tepung ikan ataupun bisa ditambah dengan animal by product seperti poultry meal, feather meal, porcine meat meal dan yang lain.
Baca Juga: NFA Perkuat Koordinasi Ekosistem Perunggasan
Ia juga menjelaskan tata cara dalam pemberian pakan ayam korat seperti pemberian pakan dilakukan setelah pemberian minum pada DOC ayam korat, tidak meletakkan tempat pakan dan minum di bawah brooder dan menempatkan posisi tinggi tempat pakan maupun minum sesuai dengan tinggi punggung ayam.
Pada akhir presentasi, ia mengungkapkan bahwa ada sejumlah permasalahan yang akan dihadapi Thailand perihal sumber pakan ternak. Adanya kompetisi antara hewan dan manusia, seperti yang terjadi pada gandum. Selain itu  produksi biji-bijian dalam negeri tidak mampu untuk ditingkatkan lagi, karena keterbatasan luas lahan, sedang harga bahan pakan impor lebih murah dan lebih bersaing.