Penampakan Ayam Pelung milik Tantan Rustandi
Sebagai Warga Negara Indonesia, kita patut bangga atas kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia. Tak heran jika Tanah Air tercinta kita sering dijuluki sebagai Wonderland Indonesia. Diibaratkan seperti negeri ajaib yang memiliki sumber kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati yang melimpah. Dari sekian kekayaan alam yang dimiliki, juga dapat dilihat dari beragamnya ayam hias lokal Indonesia. Salah satunya adalah Ayam Pelung yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat.

Jika memenangkan sebuah kontes, harga jual Ayam Pelung akan meningkat. Tak tanggung-tanggung, meningkatnya bisa sampai Rp10.000.000 – 20.000.000,00

Walaupun tidak ada sumber yang mengatakan asal-usul Ayam Pelung secara pasti, tetapi Ayam Pelung memiliki peran sosial dan budaya yang erat di daerah Jawa Barat. Ayam Pelung kerap dianggap sebagai simbol keberanian dan kebanggaan bagi etnis Sunda atau masyarakat Jawa Barat. Kepemilikan dari Ayam Pelung dapat menjadi sebuah prestise atau kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. 
Lain hal dengan ayam hias pada umumnya, keistimewaan Ayam Pelung bukan pada penampilan fisiknya, melainkan pada suara kokoknya. Suara kokok Ayam Pelung berbeda dengan jenis ayam lainnya, dimana suara kokok Ayam Pelung terdengar lebih panjang dan indah. Mungkin di sebagian daerah Jawa Barat, Ayam Pelung sering digunakan dalam pertunjukan seni dan hiburan. Sebagian masyarakat tersebut mempercayai bahwa keberadaan Ayam Pelung menambahkan nuansa tradisional dan artistik.
Baca juga : Menjaga Kualitas Bahan Pakan
Tim Poultry Indonesia berkesempatan mewawancarai salah penghobi Ayam Pelung ternama, Tantan Rustandi atau yang biasa dikenal di kalangan penghobi ayam hias nasional yaitu Tantan Baonk, di kediamannya, Cikarang Jumat (1/12). Ia bercerita, sudah hobi memelihara Ayam Pelung selama 13 tahun. Ketika ditanya alasan menyukai Ayam Pelung, ia menjawab, karena mengagumi postur tubuhnya yang besar dan terutama suaranya yang merdu.
“Saya suka posturnya yang tinggi besar dan dari segi warna bulunya bagus, serta dari segi pialnya juga bagus karena tinggi tegak. kakinya pun lebih besar dan kokoh. Jari kakinya lebih panjang daripada ayam kampung dan ayam petarung. Ayam Pelung dewasa memiliki bobot antara 4-8 kg. Bahkan ada  yang baru 5 bulan bisa sampai 4 kg. Namun, tetap alasan utama adalah suara kokoknya. Suaranya enak didengar dan cocok untuk menghilangkan stres untuk para penghobi,” kata Owner TB Pelung Farm tersebut.
 
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Aneka Unggas pada majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com