Teknologi mengumpulkan data (sumber gambar: https://www.manmonthly.com.au/)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pada era kemajuan teknologi informasi, keberadaan data yang terintegrasi merupakan suatu hal yang sangat berharga. Tak terkecuali pada ranah penelitian di mana kesinambungan pada setiap informasi data yang ada merupakan sebuah hal yang penting.
Untuk itu, Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) Bogor mengadakan Focus Group Discussion bertemakan “Sosialisasi Launching Integrated of Bigdata Of Indonesian Research Center For Veterinary Science (InBIG of IRCVS) dan Diseminasi Hasil Riset Penyakit Eksotik” melalui aplikasi Zoom, Kamis (5/11).
Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si selaku Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) mengungkapkan bahwa InBIG of IRCVS merupakan sebuah terobosan inovasi dalam wadah platform sistem informasi yang terintegrasi terkait big data Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet).
Sebagai Lembaga penelitian veteriner yang telah berdiri sejak tahun 1908 dengan tujuan terintegrasinya data riset veteriner, Indi yang juga merupakan project leader dari InBIG of IRCVS menambahkan bahwa data-data yang terdapat dalam platform ini telah terakreditasi secara nasional maupun internasional dan ditelaah oleh para pakar.
Baca Juga: Era Data di Industri Perunggasan
“Tentunya hal ini dapat menjawab tantangan yang ada terkait penyakit-penyakit baru yang nantinya dapat menjadi pandemi di kemudian hari,” ujarnya.
InBIG of IRCVS dapat memberikan berbagai informasi terintegrasi tentang riset veteriner yang dapat diakses secara global dan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan, informasi, data penyakit hewan, advanced technology, fasilitas laboratorium, fasilitas sarana dan prasarana, invensi, inovasi, lisensi, hasil riset, rencana, program penelitian dan informasi terkait veteriner lainnya.
FGD tersebut dihadiri oleh berbagai stakeholder dari berbagai institusi lingkup Kementerian Pertanian, Lembaga Riset, Perguruan Tinggi, Kementerian Kesehatan, Lembaga Pemerintah (TNI/POLRI), Asosiasi, PB PDHI, Peneliti, dan lain sebagainya.
Selain sosialisasi dan peluncuran InBIG of IRCVS, dalam acara tersebut juga terdapat pemaparan materi terkait penyakit Nipah dan Hendra yang dibawakan oleh drh. Indrawati Sendow, M.Sc selaku Peneliti Virologi Balai Besar Penelitian Veteriner serta Hume Field, BVSc, PhD MACVS yang merupakan Adjunct Professor University of Queensland Australia.