POULTRYINDONESIA, Yogyakarta – Kolesterol masih menjadi perhatian dunia kesehatan saat ini. Kementrian Kesehatan menyatakan bahwa angka penderita kolesterol di Indonesia mencapai 28% dan 7,9% orang di dunia meninggal akibat penyakit ini. Salah satu sumber kolesterol datang dari makanan yang dkonsumsi seperti daging.
Melihat meningkatnya angka permintaan daging bebek peking di Indonesia yang berbanding lurus dengan meningkatnya angka penderita kolesterol, 5 mahasiswa UGM melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) yang didanai oleh Kemendikbud Ristek melakukan inovasi suplementasi spirulina pada pakan untuk menurunkan kadar kolesterol daging bebek peking. Adapun kelima mahasiswa yang melakukan riset ini terdiri dari 4 mahasiswa Fakultas Peternakan yaitu Dinda Rahmasari, Muhammad Wisnu Sasongko, Muhammad Rizky Zulfahmi dan Billie Daffahananditya Rohhadi, serta 1 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, yaitu Aulia Arifa Abdan.  
Ketua tim inovasi, Dinda Rahmasari menjelaskan bahwa spirulina yang digunakan dalam penelitian ini merupakan ganggang hijau-biru yang mudah ditemukan dan tersebar luas hampir di seluruh perairan Indonesia. Dimana spirulina dipercaya memiliki senyawa fenol berupa flavonoid yang bersifat antioksidan sehingga dapat memperbaiki profil lipid dengan menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol baik (HDL).
“Spirulina yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk spirulina yang sudah dikeringkan menjadi bubuk, kemudian ditambahkan pada pakan bebek dengan dosis yang berbeda. Dosis yang digunakan adalah suplementasi 2% dan 4% spirulina ke dalam pakan bebek peking. Bebek peking yang digunakan sebagai sampel berusia 1 hari yang kemudian dipelihara selama 6 minggu dengan pemberian perlakuan pada minggu ke-4 sampai minggu ke-6 pemeliharaan,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/10).
Penelitian spirulina sebagai supplementasi pakan untuk menurunkan kadar kolesterol ini dilakukan oleh 5 mahasiswa UGM sejak bulan 24 juli – 25 september 2023 dengan pendampingan dari dosen Fakultas Peternakan UGM, Moh. Sofiul Anam, S.Pt, M.Sc. Penelitian ini dilaksanakan di Research Farm, Laboratorium Biokimia Nutrisi, dan Laboratorium Pusat Penelitian Ternak Tropik Fakultas Peternakan UGM, serta Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu UGM. 
Hasil riset ini menunjukkan bahwa kadar kolesterol dalam daging bebek dengan suplementasi 4% spirulina menurun sebanyak 16,63% dibandingkan dengan bebek yang sama sekali tidak diberi spirulina pada pakannya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa suplementasi spirulina pada pakan terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dalam daging bebek peking. Melalui hasil tersebut, diharapkan kedepannya lebih banyak pemanfaatan dan eksplorasi ganggang untuk diteliti kembali sehingga dapat dijadikan suplementasi pakan pada ternak untuk menghasilkan daging yang rendah kolesterol.