POULTRYINDONESIA, Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengadakan webinar secara daring bertajuk “Hilir Series #1 : Lesson Learn from Thailand, Becoming an Exporter Country” pada hari Rabu (21/2). Dalam acara ini, banyak disoroti bagaimana Thailand telah sukses menjadi salah satu negara eksportir ayam yang mendunia.
Dalam sambutannya, Nasrullah selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, mengatakan bahwa Indonesia setiap tahunnya surplus 200.000 ton daging ayam, sehingga sangat berpeluang untuk menjadi komoditas ekspor.
“Kita dapat belajar dari Thailand bagaimana mengekspor daging ayam. Baik dalam bentuk livebird maupun dalam bentuk produk olahan. Para pengusaha di Indonesia dapat mulai menjalin hubungan dengan negara Uni Emirat Arab, mengingat setiap tahunnya 1 milyar orang pergi berhaji dan Indonesia menjadi negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak,” terangnya.
Sementara itu, Jon Ratcliff selaku Managing Director of Food and Agriculture Consultancy Services (F.A.C.S Ltd) menjelaskan bahwa apabila Indonesia ingin mengikuti jejak Thailand sebagai negara eksportir, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti regulasi pemerintah negara tujuan ekspor dalam hal aturan keamanan pangan, serta bagaimana kesejahteraan hewan dan juga HACCP.
“Rahasia Thailand untuk tetap sukses mengekspor adalah terjalinnya kerjasama yang erat antara pemerintah dan pengusahanya. Thailand saling membantu untuk tercapainya tujuan ekspor itu sendiri. Daging ayam di Thailand 55 persen nya digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik, sedangkan 45 persen lainnya untuk ekspor”.
Jon mengatakan bahwa 45 persen yang digunakan untuk ekspor ini 75 persennya dalam bentuk segar. Sedangkan sisanya dalam bentuk hasil olahan. Namun Thailand menyadari bahwa ekspor dalam bentuk olahan dapat lebih menguntungkan, sehingga pada tahun ini 75 persen ekspor ini dalam bentuk olahan.
Turut hadir dalam acara tersebut, Suaedi Sunanto selaku Direktur Nutricell sekaligus Sekjen Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI). Berperan sebagai moderator, dirinya menyimpulkan bahwa salah satu alasan Thailand sangat sukses adalah SDM nya yang berkualitas, produknya yang murah dan bermutu, serta kerjasama yang terjalin antara pemerintah dengan pengusahanya.
“Faktor lokasi geografis juga harus dipertimbangkan. Jangan sampai biaya transportasi lebih besar dibandingkan dengan biaya produksi. Perencanaan ekspor itu harus bergerak secara cepat dan peka terhadap trend pasar global”.