Perusahaan Belanda berminat untuk mencari partner dalam berinvestasi di Indonesia dan berbagi ilmu, inovasi, serta teknologi dalam hal sistem pertanian yang berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pemerintahan Belanda bersama dengan Indonesia menggelar seminar bertajuk ‘Indonesia & the Netherlands: Smart Solutions for Sustainable Agri & Food’ di Shangri-La hotel, Jakarta, Kamis (12/3).
Acara ini dihadiri oleh pihak pemerintahan Belanda serta delegasi dari 20 perusahaan asal Belanda, sedangkan pihak Indonesia diwakili oleh Kementerian Perdagangan, asosiasi perunggasan, dan IPB University.
Jan-Kees Goet selaku Vice Minister Agriculture, Nature, and Food Quality Belanda, dalam pidato kuncinya mengatakan bahwa sektor pertanian Indonesia saat ini sedang bersiap untuk bertransformasi agar dapat memenuhi kebutuhan pangan yang bernutrisi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Perusahaan Belanda berminat untuk mencari partner dalam berinvestasi di Indonesia dan berbagi ilmu, inovasi, serta teknologi dalam hal sistem pertanian yang berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik. Salah satunya yakni meningkatkan keamanan pangan.
“Saya harap dengan pertemuan ini dapat menginisiasi keberhasilan kerja sama (antara pihak Indonesia dan Belanda) ke depannya,” ujarnya.
Baca Juga: Isu Kesehatan Ternak dan SGDs di Livestock Taiwan Expo Forum 2019
Senada dengan Jan-Kees Goet, President Nederlandse Pluimveeverwerkende Industrie (Nepluvi) atau Asosiasi Industri Pengolahan Unggas Belanda, Gert-Jan Oplaat, mengatakan bahwa sistem pertanian berkelanjutan sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesehatan manusia.
Gert mengungkapkan bahwa Belanda sudah menekan penggunaan antibiotik hingga lebih dari 75% selama lebih dari 10 tahun. Hal ini tercapai berkat pengawasan serta penerapan biosekuriti yang ketat terhadap kesehatan hewan dari awal hingga menjadi produk.
“Produksi dari produk unggas tertata secara profesional sehingga dapat menghasilkan produk yang terjamin dari segi keamanan pangan maupun kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Masih menurut Gert, tantangan ke depan dari sektor perunggasan, khususnya untuk Nepluvi yaitu menjaga maupun terus meningkatkan standar kualitas produksi yang tinggi dalam hal keamanan pangan, keberlanjutan dan kesejahteraan hewan, serta dapat memenuhi produksi maupun kebutuhan baik dalam negeri maupun luar negeri.