Sudah terbiasa memelihara hewan ternak dari kecil membuat Benny Nainggolan semakin tertarik dengan dunia peternakan saat dewasa. Sampai akhirnya ia masuk ke Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada tahun 2010 silam juga tidak terlepas dari ketertarikannya terhadap dunia peternakan. Saat menjalani masa kuliah, Benny mengaku lebih memfokuskan diri pada budi daya ternak itik.
“Sejak kecil sudah terbiasa untuk memelihara ternak seperti pelihara ayam juga kelinci hingga akhirnya masuk peternakan Unpad dan sejak 2013 sampai sekarang, saya berbudi daya indukan, penetasan, pakan, dan pengolahan telur itik. Saya berpikir bahwa bisnis peternakan ini prospektif karena komoditas ternak akan selalu dibutuhkan manusia” jelas Benny, wirausahwan asal Bandung ini.
Baca Juga : Ternak Itik Alternatif Persediaan Daging Unggas Nasional
Pria yang juga mengidolakan almarhum Bob Sadino dan Prof B.J. Habibie ini melihat bahwa peternakan di Indonesia masih perlu banyak pengembangan karena masih tertinggal dari negara-negara maju. Menurutnya negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, bahkan negara tetangga Malaysia dan Thailand sudah lebih maju daripada Indonesia. Hal ini juga karena faktor semakin sedikit kesadaran untuk anak-anak milenial untuk terjun langsung ke bagian peternakan bagian produksi. “Anak sekarang lebih suka membuat start up di bidang pemasaran maupun funding, tetapi inti dari bisnis peternakan ialah produksi, itu yang sebenarnya harus dipahami bersama,” jelasnya kepada Poultry Indonesia di Jakarta, Rabu (11/9). Domi
Artikel ini adalah artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2019 dengan judul “Komoditas Ternak Selalu Dibutuhkan Manusia”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153