Sesi foto bersama seminar MIPI dalam rangkaian acara Indo Livestock 2023 Expo & Forum
POULTRYINDONESIA, Surabaya – Tantangan terhadap usaha budi daya perunggasan memang semakin tinggi. Tentu, ada berbagai upaya untuk memaksimalkan keuntungan dari para peternak supaya usaha budi daya yang dilakukan bisa lebih menguntungkan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh para peternak adalah dengan memaksimalkan utilisasi dari pakan untuk meningkatkan poduksi dari ternak. Atas daras tersebut, Perkumpulan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) menyelenggarakan seminar dengan tema “Imbuhan Pakan Meningkatkan Produktivitas, Efisiensi Penggunaan Pakan dan Mutu Produk Unggas” pada gelaran Indo Livestock Expo and Forum, Jumat (28/7) di Grand City Convex, Surabaya.
Menurut Arnold P Sinurat selaku Ketua MIPI – WPSA Indonesia menjelaskan bahwa Kali ini pihaknya ingin membagikan ilmu dari para narasumber ahli di bidang perunggasan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang sudah mereka alami kepada para peserta seminar yang hadir.
“Hal tersebut juga yang mendasari kami untuk mengangkat tema “Imbuhan Pakan Meningkatkan Produktivitas, Efisiensi Penggunaan Pakan dan Mutu Produk Unggas” yang cakupannya cukup luas. Dengan tema ini juga kami berharap supaya bisa memperkaya para peserta seminar dengan pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang diusung,” ujarnya.
Menurut Darwin Horyanto selaku perwakilan dari Bioproton Pty. Australia menjelaskan tentang tema terkait “Benefit of Early Colonisation of Bacillus Probiotics on Gut Health”, dimana saluran pencernaan dan mikrobiota usus memegang peran penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan dari unggas.
“Studi di Australia menunjukkan bahwa dari jenis pakan yang sama saja akan menghasilkan komunitas mikroflora usus yang berbeda, sehingga pakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi komunitas mikrobiota dari unggas. Tentu kita ingin mikroflora yang berada di dalam usus merupakan mikroflora yang menguntungkan bagi pertumbuhan,” ungkap Darwin.
Selanjutnya, menurut Si Trung Tan selaku perwakilan dari Ew Nutrition dalam presentasinya yang berjudul ‘Egg Quality and The Hidden Risk for Egg Producers” menjelaskan bahwa Mikotoksin merupakan salah satu ancaman nyata yang bisa menurunkan produktivitas dari ayam ras petelur. Sehingga penting bagi para pelaku usaha budi daya petelur memperhatikan kualitas dari pakan yang diberikan kepada ternaknya.
“Mikotoksin dapat menurunkan titer antibodi dari unggas setelah divaksin, selain itu serangan mikotoksin juga dapat memengaruhi kesehatan dengan mengganggu kapasitas penyerapan kalsium dari unggas yang dipelihara,” ungkap Si Trung Tan.
Masih dalam forum yang sama, Rahmad Setiadi selaku perwakilan dari PT Adisseo menjelaskan bahwa untuk membuka potensi dari bahan pakan alternatif perlu adanya upaya khusus yakni penggunaan teknologi analisa untuk menghasilkan penilaian yang objektif terhadap bahan pakan yang digunakan.
“Penggunaan NIR, dan PNE merupakan suatu keharusan untuk memahami variasi dan kualitas dari bahan baku secara presisi, cepat, dan tepat. Tidak hanya proksimat tetapi cakupannya bisa lebih banyak lagi. Penggunaan analisa tersebut juga bisa membantu kita dalam keputusan apakah akan menggunakan bahan baku tersebut atau tidak,” papar Rahmad.
Dirinya menambahkan bahwa dalam versi yang lebih ekstrem, pembeli bahan pakan bisa langsung membuat penialaian apakah bahan pakan tersebut memiliki kualitas yang bagus atau tidak. Kedua, penggunaan enzim yang tepat dapat melepaskan nutrisi yang terperangkap oleh zat antinutrisi sehingga akan meningkatkan kecernaan bahan Pakan. Penggunaan bahan pakan alternatif jika dipadukan dengan enzim tertentu akan mengkompensasikan performa yang kita harapan sekaligus memberikan keuntungan yang diharapkan.